Kompas.com - 02/04/2014, 14:00 WIB
EditorI Made Asdhiana

Meski sudah terasa kenyang, kami masih menerima tantangan Arief untuk menikmati seporsi sup buntut kuah Rp 48.500, seporsi kepiting super saus padang Rp 99.700, dan dua porsi es krim stroberi. Sup itu berkuah panas, gurih, daging buntut tidak alot, tulang muda empuk, dan potongan kentang dan wortel yang lembut. Menu kepiting, tidak usah disangkal, bagi penikmatnya, rasanya juara. Kemudian, es krim stroberi dengan potongan biskuit cokelat dan wafer, taburan butir cokelat, hmm, terasa sempurna.

Dari buku menu, Akuarium menyediakan hampir 100 jenis makanan dan hampir 50 jenis minuman. Ada D’ Pendekar Gurame, D’ Sundanese Food (timbel, ayam, daging gepuk, karedok, pesmol, pepes, tahu-tempe, lalapan, sambal), D’ Sea Food (udang, cumi, dan kepiting), D’ Oriental Food (nasi, mi, kwetiau goreng, balacan kangkung dan kacang panjang, capcay, tahu jepang, sapo tahu, sapi lada hitam).

Selain itu, D’ Iga, Buntut, & Steak (sop dan steak), D’ Spaghetti Bolognaise dan Chili Sauce, D’ Iseng atau kudapan (gurame krispi, siomay, calamary, pancake, pisang, dan kentang goreng). Untuk minuman ada D’ Drink, D’ Juice, D’ Coffe, D’ Milkshake & Ice Cream, dan D’ Cold Drink.

Arief mengatakan, pelbagai menu yang disajikan merupakan yang terbaik dan laku di kalangan pengunjung.

”Seperti polisi, menu-menu diteliti, yang enggak diminati tidak akan dibuat lagi,” kata Arief yang menjadi orangtua tunggal bagi anak lelaki semata wayang.

Restoran yang menjadi tempat 40 karyawan tinggal sekaligus Arief mengelola bisnis ini dulu merupakan kolam-kolam budidaya ikan. Orangtuanya membeli lahan luas itu pada 1972, yang direncanakan untuk rumah pensiun. Namun, lahan itu diwariskan kepada Arief.

Untuk memulai usaha rumah makan tersebut, Arief mempersiapkan sejak lama. Mengumpulkan sedikit-sedikit dari yang kecil. Meja dan kursi restoran dibeli dari Pasuruan saat dirinya bertugas di Polda Jatim. Saat ditugaskan ke Polda Jabar lalu Polda Metro Jaya, Arief menjadi punya waktu untuk mengembangkan usaha resto. Apalagi, sejak sakit yang sulit diobati dan mengganggu pekerjaan sebagai perwira menengah, Arief memilih mengundurkan diri dari Polri pada 2010. Sejak itu, Arief kian berkonsentrasi mengembangkan bisnis. Jerih payah terbayar, usaha Arief sekarang semakin berkembang. (RTS/BRO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.