Kompas.com - 05/08/2015, 19:43 WIB
EditorI Made Asdhiana
Paviliun itu dibawa dengan sejumlah koleksi milik salah satu pembesar Belanda di Aceh, yakni FW Stammeshaus yang kelak menjadi kurator pertama Museum Aceh dan Kepala Museum Aceh periode 1915-1931. Hasilnya, paviliun itu menjadi juara umum pada acara itu, yakni memperoleh 4 emas, 11 perak, dan 3 perunggu.

Pencapaian itu membuat Stammeshaus meminta kepada Jenderal HNA Swart membawa kembali paviliun itu ke Aceh, tepatnya ke Banda Aceh. Jenderal HNA Swart mengabulkan permintaan itu. Bahkan, ia
menjadikan paviliun itu sebagai Museum Aceh pada 31 Juli 1915. Kini, museum itu berada di Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah, Banda Aceh, dari sebelumnya sempat berada di kawasan Blang Padang, Banda Aceh.

Museum Aceh menyimpan sekitar 6.700 koleksi sejarah dari sejumlah suku bangsa asli yang mendiami Aceh. Koleksi itu mewakili zaman purbakala hingga kejayaan sejumlah kerajaan di Aceh. Koleksinya antara lain kerangka manusia purba, kerajinan budaya, manuskrip, keramik, dan beberapa makam raja di Aceh.

Museum itu pun menjadi primadona masyarakat setempat. Paling tidak, jumlah pengunjung yang datang ke museum tersebut terus meningkat dalam tiga tahun ini. Berdasarkan data Museum Aceh, pada 2011 ada 22.139 pengunjung, pada 2012 ada 27.217 pengunjung, dan pada 2013 ada 33.400 pengunjung.

Oleh karena itu, Muzakkar menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk terus merawat dan menjaga Museum Aceh. ”Peran ataupun fungsi museum ini sangat besar bagi pembangunan Aceh. Selain untuk merawat jati diri bangsa Aceh, museum ini pun bisa menjadi aset pariwisata utama untuk Aceh,” ucapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.