Jangan Jadikan Durian "Kambing Hitam" Berbagai Penyakit, Simak Tips Ini...

Kompas.com - 04/04/2016, 10:22 WIB
Pengunjung Pesta Durian di pelataran Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Minggu (3/4/2016). Panitia menyediakan berbagai jenis durian unggul dari 14 daerah di Indonesia. KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZESPengunjung Pesta Durian di pelataran Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Minggu (3/4/2016). Panitia menyediakan berbagai jenis durian unggul dari 14 daerah di Indonesia.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang takut mengonsumsi durian karena alasan kolesterol, lemak jahat dan pemicu penyakit lainnya. Padahal menurut peneliti, durian sendiri tidak mengeluarkan zat lemak berbahaya.

"Secara ilmiah durian tidak menghasilkan lemak yang berbahaya," ujar Reza, dari Yayasan Durian Nusantara yang merupakan salah satu peneliti dan penggiat konservasi durian, dalam acara talkshow di Pesta Durian 2016 Mall Artha Gading, Sabtu (2/4/2016).

Reza memaparkan, lemak jahat yang terkandung di dalam diri manusia mayoritas berasal dari hewan berkaki empat. Durian memang mengandung beberapa zat yang kurang baik jika dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa secara berlebihan.

Menurut Reza, selama ini orang-orang mengatakan durian sumber penyakit, sumber kolesterol, darah tinggi dan yang lainnya. "Padahal durian tidak bisa menimbulkan penyakit tersebut," katanya.

Selama ini orang-orang yang mendapat efek buruk dari durian tersebut karena beberapa sebab. Pertama, durian memang tidak untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Durian terong asal Rancamaya, Bogor.
Mereka yang berlebihan mengonsumsi durian akan pusing karena kolesterol yang sudah ada dalam dirinya akan naik. "Durian tidak bisa jadi penyebab, namun bisa menambah kadar kolesterol maupun darah tinggi jika dimakan berlebihan," ujar Reza.

Kedua, ketika memakan durian dalam jumlah banyak, orang tersebut tidak sedang dalam kondisi baik. Reza menyebutkan, berbagai kondisi tidak baik dapat mempengaruhi ketika mengonsumsi durian, seperi sedang kelelahan, masuk angin, pusing, dan lain-lain.

Ketiga, sambung Reza, sebelum mengonsumsi durian, orang tersebut telah mengonsumsi makanan yang memicu penyakit atau naiknya kadar zat berbahaya dalam tubuh. Seperti mengonsumsi sate kambing dalam jumlah banyak, alkohol dan yang lainnya.

"Durian memang mengandung alkohol alami yang kadarnya berbeda beda. Durian merah memiliki kadar alkohol yang paling sedikit bahkan nyaris tidak ada. Sehingga sangat aman untuk dikonsumsi anak-anak," kata Reza.

Menurutnya, durian merah memang salah satu durian yang paling menyehatkan. Pada zaman kerajaan bahkan durian indukan asal Kalimantan tersebut menjadi obat bagi raja. Untuk yang terlanjur makan durian dalam keadaan kurang baik, atau memang sengaja karena sangat ingin memakannya.

KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES Pengunjung Pesta Durian di pelataran Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Minggu (3/4/2016). Panitia menyediakan berbagai jenis durian unggul dari 14 daerah di Indonesia.
Dia menyarankan memakan juga obat penawarnya, yaitu buah manggis. Setelah makan durian sediakan manggis minimal tiga buah untuk menetralkan. Selain itu bisa juga meminum air yang dituangkan di dalam kulit durian.

Pasalnya, lilin-lilin yang terdapat di kulit dalam durian tersebut akan membantu menetralkan bau durian dan menurunkan rasa pegal di leher belakang akibat berlebihan makan durian.

Reza memberikan saran bagi yang masih takut untuk mengonsumsi durian agar mencoba durian saat masih segar, belum lama jatuh dari pohon. "Juga perhatikan kondisi tubuh saat makan durian. Jangan jadikan durian sebagai kambing hitam berbagai penyakit," tutupnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X