Kompas.com - 16/05/2017, 06:41 WIB
Suasana matahari terbit dilihat dari Puncak Kampung Baru Raya atau dikenal dengan sebutan Bukit Inspirasi di area Perkebunan Teh Kertowono, Desa Guci Alit, Kecamatan Guci Alit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/5/2017). Wisatawan bisa melihat panorama gunung-gunung seperti Gunung Semeru, Lemongan, Raung, dan Argopuro dari Bukit Inspirasi. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOSuasana matahari terbit dilihat dari Puncak Kampung Baru Raya atau dikenal dengan sebutan Bukit Inspirasi di area Perkebunan Teh Kertowono, Desa Guci Alit, Kecamatan Guci Alit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/5/2017). Wisatawan bisa melihat panorama gunung-gunung seperti Gunung Semeru, Lemongan, Raung, dan Argopuro dari Bukit Inspirasi.
|
EditorI Made Asdhiana

LUMAJANG, KOMPAS.com - Tiga ratus enam puluh derajat sejauh mata memandang hanya ada tanaman teh di tengah perjalanan. Saat itu pagi masih belum menunjukkan tajinya.

Perkebunan Teh Kertowono, Kecamatan Guci Alit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih berselimut gelap dan hening.

Jam tangan menunjukkan sekitar pukul 05.00 WIB. Sesuai dengan rencana, saya beserta rombongan jurnalis dari Jakarta mulai beranjak dari sebuah bangunan tua tempat kami menginap. Mobil di depan sudah menunggu.

"Ayo cepat.. cepat," kata seorang rekan, Sendy yang juga ikut dalam perjalanan mengajak naik ke mobil.

Kami akan menuju sebuah titik pengamatan matahari terbit bernama Puncak Kampung Baru atau yang dikenal dengan Bukit Inspirasi.

Di Bukit Inspirasi, kami bisa melihat pemandangan matahari terbit dengan panorama yang beragam. Tentunya tanaman teh, jajaran gunung, bahkan hingga Samudera Hindia.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana matahari terbit dilihat dari Puncak Kampung Baru Raya atau dikenal dengan sebutan Bukit Inspirasi di area Perkebunan Teh Kertowono, Desa Guci Alit, Kecamatan Guci Alit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/5/2017). Wisatawan bisa melihat panorama gunung-gunung seperti Gunung Semeru, Lemongan, Raung, dan Argopuro dari Bukit Inspirasi.
Badan saya terguncang saat mobil mulai menunjukkan kebolehannya. Batu-batu dan tanah licin dilibas. Tangan saya mencengkeram apa pun yang bisa dipegang di mobil.

Udara menghampiri melalui jendela mobil yang terbuka. Dari jendela itu pula, terlihat beberapa warga setempat berjalan kaki menuju ke kebun teh untuk bekerja.

"Permisi.. mari bu," sapa saya ketika mobil berpapasan dengannya.

Samar-samar mereka melemparkan senyum ke penumpang di mobil. Ada pula yang mengangguk dan melambaikan tangan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.