Aneka Oleh-oleh "Anti-mainstream" dari Raja Ampat

Kompas.com - 25/10/2017, 21:05 WIB
Anak Papua sedang memegang boneka buatan Komunitas Mamak Noken, di pulau Sauwandarek Raja Ampat. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAAnak Papua sedang memegang boneka buatan Komunitas Mamak Noken, di pulau Sauwandarek Raja Ampat.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

WAISAI, KOMPAS.com - Saat berkunjung ke Raja Ampat, KompasTravel mencoba bertanya ke beberapa warga terkait buah tangan dari Raja Ampat. Kebanyakan dari mereka merasa bingung, karena identitas daerah mereka ialah hasil laut.

"Apa ya, kau bisa bawa ikan. Ikan banyak ditangkap dan harganya murah di sini," ujar Frans, salah satu warga Raja Ampat yang menjual sirih di pantai WTC, Raja Ampat, Sabtu (21/10/2017).

Di pasar dan jalan utama Kota Waisai, banyak toko yang menjual pernak pernik Papua. Seperti koteka, noken, miniatur rumah suku asmat, patung dan yang lainnya.

Baca juga : Tobatnya Seorang Perusak Karang di Raja Ampat

Hanya saja, hal-hal semacam itu bukan identtas dari Raja Ampat dengan ikon baharinya. Barang tersebut lebih menujukan identitas Papua pegunungan, seperti di Jayapura dan Wamena.

KompasTravel pun semakin penasaran mencari buah tangan yang khas dengan berkeliling Waisai. Berikut hasilnya.

Abon ikan bubara dan ikan asin yang dibuat oleh kelompok koperasi Embun, Kampung Limalas, Misool, Raja Ampat menjadi salah satu oleh-oleh khas dari sana.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Abon ikan bubara dan ikan asin yang dibuat oleh kelompok koperasi Embun, Kampung Limalas, Misool, Raja Ampat menjadi salah satu oleh-oleh khas dari sana.
1. Abon ikan

Berkat hasil lautnya yang melimpah, Raja Ampat punya beberapa ragam abon ikan. Abon yang paling banyak dibuat ialah abon ikan bubara dan abon ikan tenggiri. Selebihnya seperti abon ikan tuna, hanya diproduksi jika jenis ikan tersebut melebihi kebutuhan pasar.

Rasa Abon ikan khas Raja Ampat ini amat terasa ikannya. Jangan heran, karena abon ikan di sini terbuat dari daging ikan segar yang hanya dicampur bumbu rempah.

Untuk mendapatkannya, Anda bisa mengunjungi Pulau Misool sembari menyelami indahnya bawah air di sana. Lalu hubungi nomor komunitasnya di 085339058178. Selain itu komunitas masyarakat produsen abon ini kerap membuka stan khusus di tiap Festival Raja Ampat.

Satu bungkus abon ikan teggiri atau bubara khas Raja Ampat dijual Rp 30.000, dengan berat 100 gram.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X