Berlibur di Hakone, Melihat Fuji dari Romancecar hingga Onsen

Kompas.com - 17/02/2018, 15:39 WIB
Hakone Shrine yang berada di tepi Danau Ashi, Hakone, Jepang. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAHakone Shrine yang berada di tepi Danau Ashi, Hakone, Jepang.
HAKONE, KOMPAS.com  Bagi anda yang senang berlibur ke luar negeri terutama Jepang, Hakone bisa menjadi referensi liburan keluarga. 
 
Meski tidak sepopuler Tokyo, Osaka, Kyoto, atau Nagoya, Hakone menawarkan berbagai tempat indah untuk dikunjungi. 
 
Hakone merupakan area pegunungan di daerah barat kota Tokyo.
 
Kompas.com berkesempatan mengunjungi Hakone dengan Odakyu Electric Railway selama dua hari.
 
 
Kami berangkat ke Hakone dari Stasiun Shinjuku dengan Odakyu Limited Express Romance Car. Adapun romancecar merupakan kereta produksi Odakyu. 
 
Romance car dari Odakyu yang membawa penumpang dari Stasiun Shinjuku ke Hakone. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Romance car dari Odakyu yang membawa penumpang dari Stasiun Shinjuku ke Hakone.
Dari Stasiun Shinjuku, anda harus membeli Limited Express tiket romancecar
 
Ada satu lagi tiket yang harus dibeli jika anda ingin mengelilingi Hakone lebih hemat, yakni Hakone Freepass.
 
 
Melalui tiket ini, anda bisa berkeliling Hakone menggunakan berbagai transportasi umum, sepuasnya. Hakone Freepass ini berlaku dua hari. 
 
Adapun harga tiket yang dikenakan untuk romancecar dari Stasiun Shinjuku ke Hakone Yumoto adalah 1.190 yen. 
 
Sementara itu, anda harus mengeluarkan uang 5.140 yen untuk membeli tiket Hakone Freepass. Apabila anda menambah 500 yen, Anda bisa membeli freepass untuk 3 hari. 
 
Tiket romance car dan Hakone FreepassKOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Tiket romance car dan Hakone Freepass
Romancecar
yang kami tumpangi tiba pukul 10.00 waktu setempat. Waktunya saya dan rombongan naik romancecar.
 
 
Ketika dilihat dari luar, tak ada yang berbeda dari romancecar dengan kereta lainnya. Ketika masuk ke dalam, tempat duduk kereta ini berbeda dengan kereta cepat di Jepang yang berhadap-hadapan. 
 
Tempat duduknya untuk dua orang dan jendelanya didesain lebar untuk melihat pemandangan.
 
 
"Kereta ini disebut romancecar karena bangkunya untuk dua orang, seperti bangku untuk pasangan. Kereta di Jepang jarang yang bangkunya untuk dua orang, itulah dinamakan romancecar," kata kondektur di sana
 
Tampak dalam romance car Odakyu yang membawa penumpang ke Hakone, Jepang. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Tampak dalam romance car Odakyu yang membawa penumpang ke Hakone, Jepang.
Menumpangi romancecar tak jauh berbeda ketika kita menumpangi kereta api eksekutif. Selain bangkunya untuk dua orang, ada juga pramugari yang mendorong troli dan menjajakan makanan, minuman serta suvenir.  
 
Perjalanan dari Shinjuku ke Hakone membutuhkan waktu sekitar 85 menit.
 
Sepanjang perjalanan, penumpang akan disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata. Para penumpang terlihat terus membidik lensa kamera mereka ke arah jendela. 
 
Pemandangan Gunung Fuji yang terlihat saat perjalanan ke Hakone dengan romance car. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Pemandangan Gunung Fuji yang terlihat saat perjalanan ke Hakone dengan romance car.
Puncaknya, setelah 50 menit perjalanan, Gunung Fuji terlihat.
 
Sontak, para penumpang bersorak dan berlomba-lomba memotret Fuji. Saya pun ikut antusias memotret gunung yang tertutup salju itu. 
 
Akhirnya, saya dan rombongan tiba di Stasiun Hakone Yumoto. 
 
Setiba di stasiun, udara dingin sekali menusuk sampai tulang. Saya dan beberapa orang lainnya sampai harus memakai jaket dingin berlapis-lapis. He-he-he... 
 
Pemandangan dalam perjalanan menuju Hakone, Jepang. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Pemandangan dalam perjalanan menuju Hakone, Jepang.
Sebelum berkeliling Hakone, kami menitipkan koper terlebih dahulu. Oh iya, di tempat penitipan ini, koper kami bisa diantarkan langsung ke hotel tempat menginap lho. 
 
Jadi, kami bisa merasa tenang dan tidak perlu repot-repot menarik koper. 
 
Setelah menitipkan koper, yeay.. Jalan-jalan pun dimulai! 
 
 
Onsen atau pemandian air panas alami di Hakone Yuryo, Jepang.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Onsen atau pemandian air panas alami di Hakone Yuryo, Jepang.
Tujuan pertama adalah Hakone Yuryo. Dari Stasiun Hakone Yumoto, kami naik shuttle bus gratis. Perjalanannya hanya menempuh waktu sekitar 5 menit. 
 
Awalnya, saya mengira ke Hakone Yuryo hanya untuk makan siang. 
 
Ternyata, kami juga sudah dipesankan sebuah ruangan untuk berendam air panas atau yang biasa dikenal onsen
 
Selain pemandian air panas, Hakone Yuryo juga menyediakan restoran dan relaksasi. 
 
Untuk dapat menikmati onsen umum di sini, anda harus mengeluarkan 1.400 yen, dan 700 yen untuk anak-anak 6-12 tahun.
 
Sementara untuk onsen privat, biayanya 4.000 yen setiap 60 menit untuk ruangan tipe 1, 5.000 yen setiap 60 menit untuk ruangan tipe 2, dan 6.000 yen setiap 60 menit untuk ruangan tipe 3. 
 
Perbedaan di tiap ruangan hanya kapasitas dan ketersediaan yukata. Ruangan tipe 1 untuk 2 orang, tipe 2 dan 3 untuk 2-4 orang. Yukata hanya tersedia di ruangan tipe 3. 
 
Sementara anda yang memesan onsen di ruangan tipe 1 dan 2 dapat menyewa yukata 100 yen. 
 
Kami berkesempatan mencoba 30 menit onsen di ruang privat, karena waktu kami kali ini terbatas. Kesan hangat begitu terasa saat masuk ke dalam ruangan tersebut. 
 
Wisatawan di pemandian air panas atau onsen Hakone Yuryo, Jepang.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Wisatawan di pemandian air panas atau onsen Hakone Yuryo, Jepang.
Ada yukata dan handuk yang terlipat di atas sofa. Yang paling menarik mata adalah sebuah kolam air panas dengan latar belakang pohon-pohon rindang. 
 
Saya langsung menggulung celana panjang dan menceburkan kaki ke dalam kolam. 
 
Nyesss... Hangatnya air yang membasahi kaki langsung terasa mengalir ke seluruh tubuh. Ah rasanya ingin berlama-lama berendam di sana, mengingat suhu udara di Hakone saat itu 1 derajat celcius. 
 
"Wisatawan asing paling sering menyewa ruang privat," kata Direksi Hakone Yuryo. 
 
30 menit terasa begitu singkat untuk menikmati onsen di Hakone Yuryo. Selain karena tempatnya bersih, onsen ini juga langsung bersentuhan dengan alam. Pohon-pohon besar dan rindang menutupi kolam, namun privasi tetap terjaga. 
 
Setelah mengelap kaki dengan handuk, kami diajak pihak pengelola berkeliling melihat fasilitas lainnya. 
 
Selain onsen, daya tarik Hakone Yuryo adalah fasilitas pijat dan relaksasi. Terlihat banyak orang tua, kakek, dan nenek yang menikmati fasilitas ini. Mulai refleksi kaki, pijat seluruh tubuh, hingga sauna tersedia di tempat ini. 
 
Makan Roti Sambil Memandang Danau Ashi 
 
Danau Ashi yang berada di Hakone, Jepang.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Danau Ashi yang berada di Hakone, Jepang.
Setelah menikmati hangatnya onsen, kami menuju Danau Ashi. Dari Hakone Yuryo ke Danau Ashi membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Kami menggunakan shuttle bus gratis untuk kembali ke Stasiun Hakone Yumoto.
 
Di sana, kami menggunakan bus menuju Danau Ashi. Ah, jangan lupa, kami memiliki Hakone Freepass. Kami hanya perlu memperlihatkan Hakone Freepass kepada sopir bus. Jangan sampai hilang ya Hakone Freepass-nya, karena hanya berbentuk seperti kertas tebal. 
 
Waktu tempuh dari stasiun ke Danau Ashi sekitar 45 menit. Waktu yang panjang itu saya gunakan untuk istirahat.
 
Setiba di tempat pemberhentian terakhir atau Danau Ashi, angin berembus begitu kencang. Saya dan teman-teman tak henti-hentinya memasukkan tangan ke dalam jaket tebal. Selain itu, kami juga menutupi telinga dengan syal tebal.
 
Dengan langkah cepat sambil melawan angin kencang, kami menuju sebuah toko roti, "Bread and Table". Akhirnya, kami bisa masuk toko roti tiga lantai itu dan berlindung dari angin kencang. 
 
Di sana, kami disuguhi tiga roti andalan "Bread and Table", yakni roti kari, roti custard, dan roti Hakone.
 
Roti-roti yang menjadi unggulan di toko roti, Bread and Table di Hakone, Jepang.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Roti-roti yang menjadi unggulan di toko roti, Bread and Table di Hakone, Jepang.
Roti kari paling menggoda saya. Roti yang terbuat dari tepung beras dan berisi kari daging sapi dan telur itu menggoyang lidah saya. Rasanya tak mau berhenti mengunyah roti yang crunchy di luar dan spicy di dalamnya itu.
 
Sementara roti Hakone adalah roti danish berbentuk kotak. Di dalamnya terdapat isian wortel dan sayuran lainnya.  
 
"Nah kalau roti custard ini, custard nya kami buat sendiri, homemade. Sekali gigit, langsung melting, ini roti manis," kata salah satu staf "Bread and Table". 
 
Harga tiga roti ini sekitar 1.000 yen. 
 
Suasana outdoor toko roti Bread and Table di Hakone, Jepang. Anda bisa makan roti sambil merendam kaki ke air hangat dan melihat pemandangan Danau Ashi yang begitu indah. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Suasana outdoor toko roti Bread and Table di Hakone, Jepang. Anda bisa makan roti sambil merendam kaki ke air hangat dan melihat pemandangan Danau Ashi yang begitu indah.
Jika cuaca mendukung, pengunjung bisa menikmati roti sambil menyeruput kopi di bagian luar "Bread and Table". Di sana, mereka juga menyediakan berendam kaki sambil memandang hamparan Danau Ashi yang begitu luas dan indah.
 
Sayangnya, kami tidak bisa makan roti sambil merendam kaki karena angin yang begitu kencang. Jangkan berendam, foto-foto dengan latar Danau Ashi pun sulit. 
 
Destinasi terakhir hari itu adalah mengunjungi Hakone Shrine. Dari "Bread and Table", kami menggunakan fasilitas mobil hotel menuju Hakone Shrine.
 
Kebetulan, jarak Hakone Shrine dengan hotel tempat kami menginap sangat dekat. 
 
Karena tubuh sudah merasa capek dan angin semakin kencang berembus, kami memilih berfoto-foto di sebuah gapura khas Jepang yang dicat merah di tepi Danau Ashi. Kami juga mampir ke Hakone Shrine, tetapi tidak naik sampai ke kuil yang letaknya di atas. 
 
Setelah puas berfoto-foto, kami berjalan kaki menuju hotel sambil menahan dinginnya angin yang berembus. Meskipun capek, rasanya sudah tidak sabar mengunjungi tempat-tempat indah lainnya di Hakone...
 
Hari ke-2 di Hakone 
 
Hakone Sightseeing Cruise di Hakone, Jepang.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Hakone Sightseeing Cruise di Hakone, Jepang.
Keesokan harinya, saya diajak berkeliling Hakone kembali menggunakan beberapa moda transportasi.
 
Ini pertama kalinya saya menyeberangi Danau Ashi dengan kapal yang didesain unik layaknya kapal bajak laut. 
 
Tiket Hakone Sightseeing Cruise ini sudah termasuk dalam Hakone Freepass yang saya gunakan.
 
Kami berangkat dari Pelabuhan Hakone-Machi menuju Pelabuhan Togendai yang ditempuh sekitar 25 menit. 
 
Selama di kapal, anda dapat melihat indahnya Danau Ashi yang terhampar biru. Di sisi kanan dan kiri terdapat pemandangan alam dengan rumah tradisional. 
 
Danau Ashi di hakone, Jepang. Pemandangan yang terlihat saat menumpangi Hakone Sightseeing Cruise. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Danau Ashi di hakone, Jepang. Pemandangan yang terlihat saat menumpangi Hakone Sightseeing Cruise.
Anda bisa menikmatinya dengan duduk di dalam kapal atau berdiri di atas kapal. Di tengah-tengah perjalanan, anda akan didatangi "bajak laut".
 
Tenang saja, dia bukan bajak laut beneran.
 
Kita bisa berfoto bersama pria yang menyamar seperti bajak laut itu. 
 
Setiba di Pelabuhan Togendai, kami melanjutkan perjalanan ke Owakudani menggunakan Hakone Ropeway. Untuk pertama kalinya saya naik kereta gantung di Hakone. 
 
Pemandangan Gunung Fuji dari dalam Hakone Ropeway. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Pemandangan Gunung Fuji dari dalam Hakone Ropeway.
Rasanya senang sekali dapat melihat keindahan Hakone dari ketinggian. Oh iya, lagi-lagi anda hanya perlu menunjukkan Hakone Freepass untuk menggunakan Hakone Ropeway. 
 
Pemandangan Gunung Fuji juga dapat terlihat saat menumpangi Hakone Ropeway. Setiap kereta berkapasitas 10-14 orang. 
 
Perjalanan ditempuh sekitar 20 menit.
 
Hakone RopewayKOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Hakone Ropeway
Kami sampai di Owakudani, sebuah lembah vulkanik dengan tambang sulfur yang masih aktif. Saya begitu takjub setiba di sini. Udara dingin yang menggigit tak mengurungkan keinginan saya untuk mengeksplor Owakudani.  
 
Selain melihat pemandangan yang sangat indah dan alami, saya penasaran mencoba kurotamago atau telur hitam. Telur ini membuat saya penasaran karena warnanya hitam dan berabu saat dipegang. 
 
Owakudani di Hakone, Jepang.KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Owakudani di Hakone, Jepang.
Anda bisa membeli kurotamago seharga 500 yen untuk 6 butir.
 
Saat saya membuka kulit telurnya, ternyata dalamnya sama seperti telur rebus biasa. Konon jika memakan satu butir, usia hidup kita bertambah 7 tahun lho!
 
Kurotamago atau telur hitam yang dapat ditemui di Owakudani, Hakone, Jepang. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Kurotamago atau telur hitam yang dapat ditemui di Owakudani, Hakone, Jepang.
Dari Owakudani, saya melanjutkan perjalanan ke Hakone Gora Park untuk beristirahat sejenak dan mencoba membuat kerajinan manik-manik gelas di Hakone Craft House. 
 
Lagi-lagi saya mencoba hal yang sebelumnya belum pernah saya coba. Sebelum membuat kerajinan tangan, kita diminta memilih motif dan warna terlebih dahulu. Setelah itu, kita juga diminta memilih untuk membuat gantungan kunci, hiasan ponsel, atau kerajinan lainnya. 
 
Manik-manik di Hakone Craft House. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Manik-manik di Hakone Craft House.
Ditemani seorang pelatih, saya dibimbing membuat kerajinan gelas. Sebelumnya, saya wajib memakai kacamata, sarung tangan, dan celemek untuk keselamatan. Dalam membuat karya ini, kita dituntut teliti dan berhati-hati. 
 
Membuat manik-manik gelas di Hakone Craft House. KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Membuat manik-manik gelas di Hakone Craft House.
Kegiatan ini berlangsung sekitar 20 menit. Hasil karya kita dapat diambil sekitar 1 jam kemudian. 
 
Setelah mencoba membuat kerajinan manik-manik gelas, saya menuju Hakone Open Air Museum, yang merupakan museum outdoor pertama di Jepang.
 
Museum ini menjadi persinggahan terakhir saya sebelum kembali ke Shinjuku dengan Odakyu Limited Express Romancecar. 
 
Informasi 
 
1. Odakyu Shinjuku Department Store 
 
Sebelum atau setelah mengunjungi Hakone, apabila ingin berbelanja bisa mengunjungi Odakyu Department Store. Odakyu Department Store langsung terhubung dari Stasiun Shinjuku lewat pintu keluar sebelah barat. Di tempat ini terdapat barang-barang branded serta mecam-macam kosmetik dan pakaian. 
 
 
2. Inbound-League
 
Dekat dari Stasiun Shinjuku terdapat Inbound League yang merupakan serviced placeyang diperuntukkan bagi orang asing. Terdapat share house serta penyewaan ruang meeting. Selain itu, juga terdapat fasilitas tempat sholat yang bisa digunakan secara gratis, shower room (berbayar), rental sepeda (berbayar), loker penitipan (berbayar), dan Wi-Fi gratis. 
 
 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X