Kompas.com - 03/12/2018, 07:11 WIB


JEMBER, KOMPAS.com - Setelah mendeklarasikan sebagai “Republik Kopi”, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mendeklarasikan sebagai kota Megalitikum. Deklarasi itu merupakan bagian upaya Pemkab Bondowoso, untuk menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, menjelaskan, Kabupaten Bondowoso memiliki potensi cukup besar, terutama wisata sejarah.

“Jadi kalau saya mengibaratkan, Kabupaten Bondowoso ini merupakan surganya benda-benda mengalitikum yang tersebar di beberapa wilayah,” ungkapnya kepada Kompas.com, Minggu (2/12/2018).

Baca juga: Inilah Kopi Bulan Madu, Kopi Khas Bondowoso

Menurut Salwa, situs megalitikum di Bondowoso memiliki nilai edukasi, berupa pendidikan sejarah.

“Kami ingin, masyarakat terutama kalangan pelajar bisa belajar tentang situs-situs tersebut. Sehingga, mereka bisa mengetahui sejarah kota dimana dia lahir dan besar,” tambahnya.

Baca juga: Tahun 2018 Pemkab Bondowoso Targetkan 500.000 Wisatawan

Salwa berharap melalui deklarasi tersebut, para wisatawan bisa datang ke Bondowoso, sehingga berdampak terhadap masyarakat di sekitar lokasi situs megalitikum.

“Situs kita tersebar di seluruh kecamatan, jadi dengan adanya wisatawan yang datang, kami berharap akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pembina Kesenian Bondowoso, Sinung Sudrajat mengatakan situs megalitikum merupakan salah satu kekayaan emas yang dimiliki Bondowoso.

“Kabupaten lain tidak memiliki potensi ini, untuk itu harus kita manfaatkan sebaik mungkin kekayaan ini, untuk menarik wisatawan datang,” katanya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, total ada 1.215 situs megalitikum yang tersebar di seluruh kecamatan. “Di semua kecamatan ada, dan memang perlu dilakukan penelitian, situs itu berumur berapa ribu tahun,” katanya.

Melalui deklarasi ini, Sinung berharap Kabupaten Bondowoso akan semakin dikenal luas oleh masyarakat. “Kita sudah dikenal dengan kekayaan alam berupa kopi dan beras organik. Nah situs megalitikum ini juga harus dikenal oleh masyarakat luas,” pungkas Sinung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.