Istana Belvedere, Gustav Klimt, dan Periode Emas

Kompas.com - 09/01/2019, 14:18 WIB
Lukisan di Istana Belvedere, kota Wina, Austria. Belvedere kini menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Gustav Klimt. AWIS MRANANI Lukisan di Istana Belvedere, kota Wina, Austria. Belvedere kini menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Gustav Klimt.

KOMPAS.com - Seniman Austria Gustav Klimt adalah salah satu pelukis simbolis paling ternama di dunia. Sepanjang kariernya, Klimt telah menghasilkan beragam karya dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Tetapi hingga kini, kejayaan Klimt berkaitan erat dengan gemerlap The Golden Phase atau periode emas.

Sejumlah karya ikonik Klimt dari periode emas menjadi penghuni tetap Istana Belvedere di kota Wina, Austria. Kini Belvedere menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Klimt.

Istana Musim Panas Menjadi Museum Seni

Belvedere terdiri dari beberapa istana terpisah: Oberes (atas), Unteres (bawah), and 21 Belvedere. Istana Belvedere atas dan bawah berdiri sejak awal abad ke-18  sebagai istana musim panas bagi Pangeran Eugene dari Savoy.

Istana Belvedere di kota Wina, Austria ini merupakan rancangan arsitek Baroque ternama, Johann Lucas von Hildebrandt. Kini Belvedere menjadi museum seni yang memamerkan koleksi terbesar seni Austria dari Abad Pertengahan hingga hari ini.AWIS MRANANI Istana Belvedere di kota Wina, Austria ini merupakan rancangan arsitek Baroque ternama, Johann Lucas von Hildebrandt. Kini Belvedere menjadi museum seni yang memamerkan koleksi terbesar seni Austria dari Abad Pertengahan hingga hari ini.
Bangunan megah nan indah ini merupakan rancangan arsitek Baroque ternama, Johann Lucas von Hildebrandt.

Baca juga: Pasar Natal Meriahkan Musim Dingin di Austria

Ruangan pertama yang memanjakan mata para pengunjung adalah Marmorsaal atau ruangan marmer. Sesuai dengan namanya, mayoritas bagian Marmorsaal terbuat dari marmer — termasuk dinding dan pilar-pilar.

Terdapat pula sentuhan ukiran emas, dan lukisan fresco di langit-langit. Di ruangan inilah replika Der Kuss berdiri.

Baca juga: Lukisan Termahal di Pameran Koleksi Seni Istana Negara RI, Sampai Ratusan Milyar

Tiruan ini bukan untuk mengelabui pengunjung, tetapi memang tersedia agar mereka bisa berfoto dengan leluasa. Sebab di Marmorsaal tak terdapat lukisan lain, sehingga tersedia banyak ruang gerak.

Miniatur Istana Belvedere di kota Wina, Austria. Belvedere kini menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Gustav Klimt. AWIS MRANANI Miniatur Istana Belvedere di kota Wina, Austria. Belvedere kini menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Gustav Klimt.
Selain menjadi ruangan pameran yang indah, Marmorsaal juga merupakan lokasi yang bersejarah bagi Austria. Pada tanggal 15 Mei 1955, penandatanganan Perjanjian Negara Austria berlangsung di ruangan marmer ini.

Baca juga: Ini Cara Austria Memperingati Hari Kemerdekaan

Negara-negara sekutu yang menduduki Austria yakni Perancis, Britania Raya, Amerika Serikat, dan Uni Soviet setuju untuk memberikan kedaulatan bagi Austria.

Istana Belvedere masuk ke dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Kini Belvedere menjadi museum seni yang memamerkan koleksi terbesar seni Austria dari Abad Pertengahan hingga hari ini.

Tak hanya Klimt yang mendapat panggung, tetapi juga sederet seniman internasional seperti Claude Monet, Vincent van Gogh, dan Egon Schiele.

Istana Belvedere di kota Wina, Austria. Belvedere kini menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Gustav Klimt. AWIS MRANANI Istana Belvedere di kota Wina, Austria. Belvedere kini menjadi rumah bagi koleksi terbesar karya-karya Gustav Klimt.

Periode Emas Gustav Klimt

Tak bisa dimungkiri Gustav Klimt adalah seniman kebanggaan Austria. Dalam perjalanan kariernya Klimt menemukan gerakan seksesionis sejak 1897. Ia dan sejumlah seniman meninggalkan aliran lukis tradisional.

Dengan gerakan ini para seniman kontemporer memiliki wadah untuk memamerkan karya mereka. Gerakan seksesionis memberikan kebebasan bagi Klimt untuk menekuni aliran Simbolis.

Halaman:



Close Ads X