Gunung Agung Kembali Erupsi, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Kompas.com - 25/05/2019, 04:00 WIB
GUNUNG AGUNG ERUPSI

Abu vulkanis dan batu pijar terlontar dari kawah Gunung Agung saat erupsi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Karangasem, Bali, Minggu (21/4/2019). Gunung Agung yang berstatus siaga itu kembali erupsi pada pukul 18.56 WITA dengan melontarkan abu vulkanis mencapai ketinggian 3.000 meter dari kawah yang disertai lontaran batu pijar ke lereng gunung tersebut. ANTARA FOTO/NENGAH WARDHANAGUNUNG AGUNG ERUPSI Abu vulkanis dan batu pijar terlontar dari kawah Gunung Agung saat erupsi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Karangasem, Bali, Minggu (21/4/2019). Gunung Agung yang berstatus siaga itu kembali erupsi pada pukul 18.56 WITA dengan melontarkan abu vulkanis mencapai ketinggian 3.000 meter dari kawah yang disertai lontaran batu pijar ke lereng gunung tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi pada Jumat (24/5/2019) pukul 19.23 WITA.

Lewat siaran pers yang diterima KompasTravel, status Gunung Agung tetap Siaga (level III) dengan rekomendasi masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak.

Jarak antara puncak Gunung Agung dengan Bandara Internasiona Ngurah Rai jauh, yaitu sekitar 70 kilometer sehingga bandara aman dan tetap beroperasi normal. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan normal dan Bali tetap aman dikunjungi.

Pos pengamatan Gunung Agung di Rendang milik PVMBG mencatat erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik.

Erupsi disertai suara gemuruh sedang hingga kuat yang terdenar di pos pengamatan. Erupsi juga disertai lontaran batu atau lava pijar sejauh 2,5 kilometer hingga tiga kilometer ke segala arah. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Sebaran abu vulkanik dan pasir mengarah ke Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaporkan hujan dan pasir tyryn di sembilan desa, beberapa tertapar hujan abu dan pasir tebal. Sembilan desa tersebut adalah Desa Pempatan, Desa Besakih Desa Menanga, Desa Sebudi, Desa Muncan, Desa Amerta Bhuana, Desa Nongan, Desa Rendang.

BPBD Bangli melaporkan hujan abu turun dengan intesitas tebal. Hujan abu melada 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tembuku, Kecamatan Bangli,d an Kecamatan Susut.

Erupsi pada malam ini bukan yang pertama kali, tetapi sudah beberapa kali.Tiga erupsi Gunung Agung terakhir tercatat pada 12, 18, dan 24 Mei 2019 atau hampir setiap enam hari sekali dengan karakter yang hampir sama.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) disebutkan terus memantau dengan intensif perkembangan aktivitas vulkanik.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan mengiikuti semua rekomendasi PVMBG. Belum perlu ada pengungsian karena permukiman masih berada di zona aman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X