Indahnya Pantai Ngrawe yang "Instagramable"

Kompas.com - 13/06/2019, 17:08 WIB
Taman di Pantai Ngrawe, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Taman di Pantai Ngrawe, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Geliat pariwisata di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan investor untuk menyulap pantai yang awalnya biasa menjadi pantai yang instagramable.

Salah satunya di Pantai Ngrawe, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Pantai Ngrawe dikembangkan masyarakat dan seorang pengusaha memiliki keindahan yang berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya di Kabupaten Gunungkidul. Memiliki hamparan rumput dipadukan dengan pembuatan taman, Pantai Ngrawe memiliki pesona sendiri.

Baca juga: Tanjung Kesirat, Tempat Terbaik Menikmati “Sunset” di Gunungkidul

Untuk mencapai pantai tersebut, kamu harus masuk melalui pos retribusi Pantai Baron, menuju ke Pantai Kukup. Sebelum masuk ada pertigaan menuju Pantai Mbuluk.

Setelah kurang lebih 5 menit perjalanan, kamu akan menemukan simpang 3 yang terdapat penunjuk jalan ke Pantai Ngrawe dan Pantai Mbuluk, di sekitar simpang 3 itu terdapat area parkir.

Pengunjung Berfoto di Pantai Ngrawe, Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (11/6/2019).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pengunjung Berfoto di Pantai Ngrawe, Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (11/6/2019).
Biaya parkir Rp 3.000 untuk sepeda motor. Tak ada biaya tambahan untuk bisa masuk ke pantai karena sudah membayar retribusi Rp 10.000.

Tak sampai di situ, wisatawan berjalan kaki ke arah barat menyusuri jalan setapak menyusuri rerimbunan pandan dan cemara, sampailah ke Pantai Ngrawe.

Baca juga: 4 Tips Berburu Indahnya Matahari Terbit di Gunung Ireng, Gunungkidul

Selain melalui jalan tersebut, pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di Pantai Kukup. Jika air sedang surut, pengunjung bisa berjalan menyusuri Pantai Kukup menuju ke arah barat.

Pantai Ngrawe memiliki beberapa gazebo tempat warga sekitar menjajakan makanan. Selain itu bentuk taman yang dilengkapi kursi, dan tanaman palem membuat suasana semakin asri sehingga pengunjung betah berlama-lama di sana.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini saat Mengunjungi Kawasan Pantai di Gunungkidul

Selain itu, hamparan pasir putih membuat pantai ini cukup indah dipandang mata. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan menggunakan gawainya.

Jalan setapak menuju Pantai Ngrawe dari parkiran.KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Jalan setapak menuju Pantai Ngrawe dari parkiran.
"Di sini cocok banget untuk foto, suasananya keren beda dengan lokasi pantai lainnya," kata Putra (25), warga Wonosari yang baru pertama kali berkunjung, Selasa (11/6/2019).

Dia berharap ke depan tidak ada konflik seperti destinasi wisata lain sehingga bisa berkembang dengan baik. Apalagi dikelola kolaborasi dengan masyarakat, dia yakin ke depan akan semakin baik.

"Tadi sempat tanya pedagang yang asli warga sekitar, katanya di sini belum selesai. Mungkin bila selesai keindahannya bisa mendunia," ujarnya.

Rudi, salah seorang pedagang mengatakan Pantai Ngrawe awalnya sekitar 2 tahun lalu masih ditumbuhi pandan dan kebun jagung.

Pantai tersebut tergolong masih baru dan saat ini masih dalam pengembangan oleh pengelola Pantai Ngrawe. Dia menyebut sepengetahuannya pantai ini masih sekitar 20 persen dari total yang akan dikembangkan.

Pantai Ngrawe di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pantai Ngrawe di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.
Meski dibangun oleh pengusaha, dan bukan oleh Pemkab Gunungkidul namun warga sekitar bisa memanfaatkan untuk berjualan secara gratis. "Gazebo ini dibuatkan pengelola khusus untuk warga, dan tidak dikenakan biaya sewa," katanya.

Setiap hari tak hanya akhir pekan dan liburan, Pantai Ngrawe dikunjungi ratusan wisatawan untuk sekadar berfoto. "Untuk nama Ngrawe ini saya sendiri tidak mengetahui. Sejak dulu memang namanya seperti itu," kata Rudi.




Close Ads X