Beo Runa, Pusat Peradaban Minangkabau di Flores Barat (1)

Kompas.com - 09/08/2019, 07:51 WIB
Situs gambar sebuat peta di batu di Kampung Runa, Desa Sukakiong, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Senin (5/8/2019). Gambar peta ini diukir oleh leluhur orang Runa yang berasal dari Minangkabau. Orang luar Runa menyebutnya Peta Negara India. Namun, peta ini mirip dengan Peta Pulau Sumatera. Ini bukti sejarah yang perlu di teliti oleh arkeolog. KOMPAS.com/MARKUS MAKURSitus gambar sebuat peta di batu di Kampung Runa, Desa Sukakiong, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Senin (5/8/2019). Gambar peta ini diukir oleh leluhur orang Runa yang berasal dari Minangkabau. Orang luar Runa menyebutnya Peta Negara India. Namun, peta ini mirip dengan Peta Pulau Sumatera. Ini bukti sejarah yang perlu di teliti oleh arkeolog.

“Suami istri itu datang dari Minangkabau. Mereka berlayar dengan sebuah perahu hingga tiba di Kampung Lembah Runa. Mereka bermalam di Beo. Saat bangun pagi air laut sudah surut sehingga mereka tidak bisa berlayar lagi menuju ke Pantai Nangalili. Akhirnya mereka tinggal di Kampung Runa. Jejak kedatangan mereka di kampung lembah Runa yakni gambar kaki suami istri dan jenis kelamin laki-laki dan perempuan di bebatuan serta gambar sebuah rumah yang mirip dengan rumah adat Minangkabau dan juga mereka gambar sebuah peta," kata Dantol.

Menurut Dantol, orang Runa menyebut peta itu adalah Peta Bangsa India.

"Ini kenangan mereka saat berada di Kampung Runa. Bukti lain adalah sebuah sampan yang sudah menjadi batu, namun, sampan itu sudah pecah. Dan juga ada tulisan di bebatuan compang, tempat mezbah. Di situs compang itu bertuliskan R U N K W,” ujarnya.

Dantol memaparkan tahun 1971, Ande Batul, Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Kecamatan Kuwus mengunjungi situs-situs ini. Saat itu, semua situs dikunjungi. Pesannya saat itu adalah Kampung Runa adalah Beo, kampung bersejarah di Manggarai Raya karena ada bukti sejarah berupa tulisan dan gambar di bebatuan besar di sekitar kampung tersebut. Banyak orang luar menyebut bahwa peta di bebatuan besar itu adalah peta Negara India. Belum ada arkeolog dan peneliti dari luar Manggarai Raya yang melakukan penelitian tentang situs-situs ini.

“Saat itu pegawai memotret seluruh situs-situs yang ada di perkampungan Runa. Selain, saya juga sudah mendata. Hasil pendataan itu sudah disampaikan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X