Rest Area Brebes, dari Pabrik Gula hingga Spot Instagrammable

Kompas.com - 18/11/2019, 21:45 WIB
Area Drop Off. Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma awalnya merupakan bangunan Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908. Dok. PT PP Sinergi BanjaratmaArea Drop Off. Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma awalnya merupakan bangunan Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908.

BREBES, KOMPAS.COM – Kesan antik langsung terasa ketika menginjakkan kaki di rest area Brebes yang terletak di ruas jalan tol Pejagan-Pemalang.

Berbeda dengan rest area pada umumnya yang memiliki dinding dan cat rapi, bangunan di rest area 10,4 hektar ini justru tampak terlihat usang dengan bata merah serta tanpa cat.

Konsep bangunan ini tak lepas dari sejarah sebelum dijadikan kawasan rest area Brebes KM 260B. Bangunan ini adalah bekas pabrik gula Banjaratma.

Bangunan yang dibangun pada 1908 oleh perusahaan gula asal Belanda N.V. Cultuurmaatschappij tersebut mulai direstorasi sejak tahun 2018 lalu.

Baca juga: 5 Hal Menarik Rest Area Banjaratma Brebes yang Jadi Favorit Pemudik

Restorasi bangunan eks pabrik gula Brebes tersebut selesai dan diumumkan pada Juni 2019.

Salah satu yang menarik dari rest area pabrik gula Brebes ini adalah tampilan dengan nuansa terracotta di mana terdapat bata merah dan dengan cat dan dinding mengelupas.

Tampilan itu dijamin membuat siapa pun tertarik, terutama jika ingin mengabadikan foto dan mengunggah ke Instagram.

Dinding di bangunan bekas pabrik gula Banjaratma yang sebagian besar sudah mengelupas tapi tetap dipertahankan agar terlihat otentik Dinding di bangunan bekas pabrik gula Banjaratma yang sebagian besar sudah mengelupas tapi tetap dipertahankan agar terlihat otentik

Selain tampilan yang unik, rest area ini pun memiliki benda-benda peninggalan pabrik gula.

Mulai dari tungku, mesin “roda gila” hingga lorong-lorong layaknya gua yang dulunya adalah ruangan pencipta uap untuk proses produksi gula di masa lalu.

Dilansir dari Vlog Ganjar Pranowo yang diunggah di YouTube pada Januari 2019 lalu, bagian bangunan sebagian besarnya memang dibiarkan apa adanya.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Sekitar Brebes yang Bisa Dikunjungi saat Mudik

Hal itu dilakukan untuk menjaga keutuhan sejarah yang ada dalam bangunan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X