Berita Foto: Suasana Desa Meat, Desa Perajin Ulos Tradisional

Kompas.com - 05/12/2019, 08:07 WIB
Pengrajin kain ulos sedang menenun di depan rumahnya di desa Meat Kompas.com / Gabriella WijayaPengrajin kain ulos sedang menenun di depan rumahnya di desa Meat


TOBA SAMOSIR, KOMPAS.com — Berkunjung ke obyek wisata Danau Toba, Sumatera Utara, rasanya tidak lengkap jika tidak membawa ulos sebagai buah tangan. Kain khas dari suku Batak ini sudah dikenal di dalam dan luar negeri.

Salah satu tempat untuk menyaksikan langsung pembuatan kain ulos secara tradisional adalah Desa Meat. Desa ini terletak di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, dan terkenal sebagai desa pembuat kain ulos secara tradisional.

Cara membuat kain ulos secara tradisional yang dilakukan oleh salah tau pengrajin yang sudah berumur 86 tahun di Desa Wisata MeatKompas.com / Gabriella Wijaya Cara membuat kain ulos secara tradisional yang dilakukan oleh salah tau pengrajin yang sudah berumur 86 tahun di Desa Wisata Meat

Dari tangan-tangan wanita perajin ulos Desa Meat, kain khas Batak itu sudah terbang ke Selandia Baru, Perancis, dan Inggris. Pembuatan kain ulos secara tradisional memang dipertahankan oleh penduduk Desa Meat.

langkah pertama dalam membuat kain ulos secara tradisional. Yaitu melumuri benang supaya benangnya kuatKompas.com / Gabriella Wijaya langkah pertama dalam membuat kain ulos secara tradisional. Yaitu melumuri benang supaya benangnya kuat

"Kita tetap mempertahankan dengan cara tradisional, menenun," Jelas Guntur Sianipar, Ketua Desa Meat, Rabu (4/12/2019).

Satu helai kain ulos bisa memakan waktu pembuatan selama seminggu penuh.

Cara membuat kain ulos secara tradisional. Langkah ini untuk menggulung benangnyaKompas.com / Gabriella Wijaya Cara membuat kain ulos secara tradisional. Langkah ini untuk menggulung benangnya

Di Desa Meat, pengunjung dipersilakan untuk melihat langkah-langkah membuat ulos dari proses pengerasan benang dengan nasi atau mangunggas, lalu makulhul atau memutar benang supaya bisa diikat.

Cara membuat kain ulos secara tradisionalKompas.com / Gabriella Wijaya Cara membuat kain ulos secara tradisional

Proses selanjutnya adalah manorha, memasukkan benang untuk ulos. Selanjutnya mangani, yaitu proses mencampurkan benang warna. Lalu martonun dan manirak untuk merapikan sisi kain ulos agar tidak terurai.

Ibu dan anak sedang beristirahal dama membuat ulos.Kompas.com / Gabriella Wijaya Ibu dan anak sedang beristirahal dama membuat ulos.

Bukan sekadar kain, ulos merupakan lambang dan menyimpan banyak filosofi. Ulos memiliki banyak fungsi, ada ulos untuk pergi berpesta, ulos untuk ke pemakaman, dan lain-lain. Ulos juga merupakan lambang dari hadiah, penghargaan, restu, dan pemberkatan.

Kain Ulos dari Desa Meat, Toba Samosir, Sumatera UtaraKompas.com / Gabriella Wijaya Kain Ulos dari Desa Meat, Toba Samosir, Sumatera Utara

Desa Wisata Meat juga menawarkan ulos dari bahan dasar benang gulung dengan harga yang terjangkau. Satu helai kain dihargai Rp 600.000, sedangkan kain yang sudah masuk di pasar harganya bisa dua kali lipat.

Baca juga: Kisah Mutiara Pandiangan, Penenun Ulos untuk Jokowi...



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X