IATTA Tak Setuju Wacana Destinasi Premium di Indonesia

Kompas.com - 19/12/2019, 22:03 WIB
Wisatawan kapal pesiar Aida Vita Cruise berpose dengan Bendera Merah Putih saat tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu (3/2/2019). Sebanyak 1170 wisatawan asing asal Jerman melakukan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di Lombok seperti Gili Trawangan, Mandalika, Taman Mayura dan Sekotong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDIWisatawan kapal pesiar Aida Vita Cruise berpose dengan Bendera Merah Putih saat tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu (3/2/2019). Sebanyak 1170 wisatawan asing asal Jerman melakukan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di Lombok seperti Gili Trawangan, Mandalika, Taman Mayura dan Sekotong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Indonesia Adventure Travel Trade Association ( IATTA), Amalia Yunita selaku penghubung para pelaku wisata petualang dengan pemerintah mengatakan Indonesia berada di urutan ke-40 dunia dan ke-12 di Asia dalam indeks persaingan perjalanan wisata global Tahun 2019.

Hal ini ia katakan dalam acara diskusi "Share to Care" yang digelar IATTA di Petogogan, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya, Indonesia masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin mewujudkan pariwisata sebagai sektor utama penambah devisa negara.

"Kita itu jauh tertinggal di Asia, sama India kita ketinggalan, dia di nomor 34, lalu Taiwan nomor 37. Kalau kita lihat di sini tersusun dari berbagai kriteria, Indonesia termasuk dalam wisata yang terbilang murah di Asia," kata Yunita di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium, Wishnutama: Tak Perlu Khawatir

Yunita mengatakan Indonesia saat ini merupakan negara yang terkenal akan biaya murah wisatanya bahkan mengalahkan Thailand.

Namun di sisi lain, ia bersama IATTA melihat bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sempat menggulirkan rencana wisata berbiaya tinggi.

Hal ini dinilai akan menjadi momok menakutkan bagi pelaku industri pariwisata Indonesia.

"Karena apa, di pikiran konsumen, wisatawan mancanegara itu sudah tahu, kalau mau wisata murah ya ke Indonesia. Jadi kami rasa bapak menteri baru butuh masukan dari kami pelaku pariwisata. Terlihat bahwa strategi ini belum dipikirkan atas dasar yang kuat. Kami akan menghadap menteri untuk bicarakan masalah ini," jelasnya.

Kemudian, Yunita juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di urutan 20 terbawah Asia untuk Environmental Sustainability.

Ia mengatakan ini adalah angka merah untuk Indonesia dan menjadi pekerjaan rumah terbesar terkait wawasan lingkungan berkelanjutan.

Meski masih jauh tertinggal dan mengalami angka merah dalam sektor pariwisata, Yunita tetap optimis jika Indonesia dapat mengatasinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paket Murah di Waterpark Baru Area Bekasi, Ini Syaratnya...

Paket Murah di Waterpark Baru Area Bekasi, Ini Syaratnya...

Promo Diskon
Weekend di Waterpark Baru Area Bekasi, Coba 10 Wahana Berikut

Weekend di Waterpark Baru Area Bekasi, Coba 10 Wahana Berikut

Jalan Jalan
Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Makan Makan
Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Makan Makan
Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Makan Makan
Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Jalan Jalan
Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Jalan Jalan
Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Whats Hot
Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Whats Hot
McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

Makan Makan
Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Whats Hot
Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Whats Hot
3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

Whats Hot
Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Travel Tips
Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X