Kompas.com - 18/02/2020, 12:02 WIB
Wisatawan berfoto di lokasi wisata Batu Sindu di kawasan Tanjung Senubing, Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (16/2/2020). Tempat wisata ini menawarkan pemandangan batuan yang membentuk morfologi unik dan dikenal sebagai tor granit. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAWisatawan berfoto di lokasi wisata Batu Sindu di kawasan Tanjung Senubing, Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (16/2/2020). Tempat wisata ini menawarkan pemandangan batuan yang membentuk morfologi unik dan dikenal sebagai tor granit.

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi pariwisata Indonesia sekaligus pendiri TTC Indonesia Tedjo Iskandar mengatakan, Indonesia bisa memajukan pariwisatanya jika memerhatikan perkembangan wisatawan nusantara

"Ini saya rasa yang diperlukan, bisa undang agen perjalanan lokal. Mereka lebih dekat dengan wisatawan kita," kata Tedjo kepada Kompas.com di sela-sela acara TTC Travel Mart Jakarta 2020, Senin (17/2/2020).

Ia mengatakan pengeluaran atau anggaran pemerintah akan lebih baik digunakan untuk merangkul agen perjalanan lokal, dibandingkan menghabiskan biaya promo pariwisata ke luar negeri.

Baca juga: Virus Corona, Jumlah Wisatawan Outbound Diprediksi Turun 80 Persen

Hal tersebut diperlukan bila Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif betul-betul menyasar wisatawan nusantara untuk pergi ke destinasi wisata domestik, terhitung sejak virus Corona melanda.

Tedjo mencontohkan, jika ingin mengembangkan wisatawan nusantara, Indonesia bisa menyasar destinasi wisata di Indonesia Timur seperti Raja Ampat, Lombok, Sumba, dan Makassar.

Namun, menurutnya agen perjalanan lokal diminta lebih kreatif guna lebih banyak menarik wisatawan nusantara.

"Tempat-tempat ngehits untuk anak muda, climbing walk, spot-spot instagrammable, glamping tapi yang bersih tempat-tempat itu. Kalau seperti itu semua akan senang, enggak cuman anak muda, orang tua pun juga senang. Mereka (wisatawan) mampu membayar sedikit lebih mahal untuk tempat-tempat yang bagus," jelasnya.

Baca juga: Bali Bukan Kota Mati, Masih Tetap Ramai Wisatawan Mancanegara

Pergerakan wisatawan nusantara diisi generasi milenial

Wisatawan berfoto selfie di atas karang Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020).Nicholas Ryan Aditya Wisatawan berfoto selfie di atas karang Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/1/2020).

Tedjo juga mengatakan perubahan karakteristik wisatawan nusantara yang telah berubah ke arah generasi milenial. Kata dia, wisatawan saat ini lebih banyak diisi oleh anak-anak muda.

Lanjutnya, anak-anak muda tersebut menginginkan tempat yang milenial mulai dari akomodasi, hingga tempat wisatanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Travel Update
Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Travel Update
Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Travel Update
Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Travel Update
Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X