Hari Raya Galungan, Tempat Wisata Bali Makin Ramai

Kompas.com - 18/02/2020, 19:34 WIB
Sejumlah umat Hindu bersiap melaksanakan upacara dalam perayaan Hari Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (1/11/2017). Perayaan Galungan digelar untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) bagi umat Hindu, sekaligus rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atas ciptaan alam semesta beserta isinya. AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKASejumlah umat Hindu bersiap melaksanakan upacara dalam perayaan Hari Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (1/11/2017). Perayaan Galungan digelar untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) bagi umat Hindu, sekaligus rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atas ciptaan alam semesta beserta isinya.

Wisatawan tetap berkunjung saat Galungan

Terkait wisatawan, Nuarta menuturkan, perayaan Galungan justru kian menarik perhatian wisatawan. Terlebih, wisatawan mancanegara (wisman) Eropa.

"Mereka senang melihat masyarakat Bali sembahyang. Mereka kadang sudah standby di pura duluan untuk melihat orang Bali bawa sesajen," tutur Nuarta.

"Saat Hari Raya Kuningan juga tetap ramai (kunjungan wisman dan wisatawan nusantara), tetapi Kuningan tidak semarak kayak Galungan, karena dari nilai spiritualnya, hari rayanya memang Galungan yang utama,” tambahnya.

Baca juga: Wisata ke Bali saat Galungan dan Kuningan, Jangan Lupakan 4 Hal Berikut

Kendati demikian, Winastra menuturkan, wisatawan Bali saat Galungan tahun ini tidak seramai di hari biasa. Pasalnya, Galungan terjadi di bulan Februari yang menurut Winastra adalah low season.

Apabila Galungan di bulan Agustus, ada kemungkinan wisatawan yang turut meramaikan Galungan akan semakin ramai karena high season.

Kendati demikian, industri pariwisata Bali tetap berjalan normal, karena masyarakat Bali biasa bepergian ke beberapa tempat wisata untuk meramaikan Galungan.

Beberapa tempat yang sering dikunjungi, seperti Kintamani, Bedugul, Pura Besakih, Uluwatu, Sangeh, dan Taman Tirta Gangga.

Guru Besar Pariwisata Universitas Udayana I Gede Pitana juga mengatakan, wisman senang dengan perayaan Galungan karena banyak penjor.

Menurutnya, wisman kerap berkunjung ke pura untuk menyaksikan perayaan Galungan.

"Mereka tetap boleh masuk ke pura, asalkan berpakaian sopan atau adat Bali. Kedua, kalau memotret jangan pakai flash. (Lalu) perempuan tidak sedang haid," tutur Pitana.

Baca juga: Etika dan Informasi Penting Sebelum Masuk Pura di Bali

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X