Kompas.com - 28/03/2020, 14:37 WIB


KOMPAS.com - China akan melarang kedatangan orang asing yang ingin masuk ke China. Kebijakan ini diterapkan mulai Jumat (27/3/2020) tengah malam, untuk mencegah penyebaran virus corona melalui imported case.

Visa masuk yang diterbitkan untuk warga negara asing akan ditunda, berdasarkan pernyataan yang dibuat pada Kamis (26/3/2020) oleh Kementerian Luar Negeri China seperti dilansir dari South China Morning Post.

Walaupun pandemi global ini berawal dari China beberapa bulan yang lalu, pusat penyebarannya telah berubah ke area lain di dunia, seperti Eropa Selatan dan beberapa kota di Amerika Serikat.

Baca juga: Lawan Corona, Akhirnya China Akan Larang Masyarakatnya Konsumsi Hewan Liar

Otoritas China menerapkan aksi lockdown pada banyak kota untuk menghentikan penyebaran virus corona sejak akhir Januari 2020 lalu. Banyak kota di dunia juga menerapkan hal yang sama atau imbauan untuk melakukan physical distancing.

Dilansir dari BBC, ada sekitar 81.340 kasus terkonfirmasi di China dengan jumlah kematian 3.292 orang. Secara total, sekitar 565 kasus di antaranya diklasifikasikan sebagai kasus impor (imported case) atau berasal dari orang asing yang datang ke China atau orang China yang baru kembali dari luar negeri.

Dari 55 kasus baru yang terjadi pada Kamis (26/3/2020), 54 kasus di antaranya berasal dari luar China.

Di Hubei sendiri sudah tidak ada kasus baru atau kasus suspect pada Kamis (26/3/2020). Lockdown yang dilakukan di Wuhan sejak Januari, akan dicabut pada 8 April 2020 mendatang.

Selama beberapa bulan sejak wabah ini terjadi dari Januari 2020, banyak negara termasuk Indonesia, menerapkan larangan bagi warga negara China yang ingin masuk ke negara-negara tersebut.

Aturan yang Berlaku

Aturan penundaan ini akan berlaku sementara untuk memastikan pencegahan penyebaran virus corona dari imported case di China.

“Dengan penyebaran virus corona di dunia yang sangat cepat, China telah memutuskan untuk menunda sementara semua akses masuk ke China untuk warga negara asing yang memegang visa atau izin tinggal yang masih valid saat pengumuman ini dibuat, efektif dari pukul 00.00 tanggal 28 Maret 2020 waktu China," seperti tertera dalam pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China

Akses masuk untuk warga negara asing pemegang APEC Business Travel Cards juga akan ditunda.

Para penumpang memakai masker dan pakaian pelindung di Beijing Capital International Airport, Beijing, China, 4 Maret 2020, untuk menghindari tertular virus corona.ROMAN PILIPEY/EPA-EFE Para penumpang memakai masker dan pakaian pelindung di Beijing Capital International Airport, Beijing, China, 4 Maret 2020, untuk menghindari tertular virus corona.

Aturan ini juga berlaku untuk visa pelabuhan, aturan 24/72/144 jam transit bebas visa, aturan bebas visa 30 hari ke Hainan, aturan bebas visa selama 15 hari yang ditujukan untuk grup kapal pesiar yang masuk lewat Pelabuhan Shanghai, aturan bebas visa 144 jam yang ditujukan untuk grup tur asing dari Hong Kong atau Makau.

Juga aturan bebas visa 15 hari di Guangxi yang ditujukan untuk grup tur asing dari negara-negara ASEAN juga akan ditunda sementara. Kebijakan ini tidak berlaku untuk kedatangan dengan urusan diplomatik, pelayanan, atau visa C.

Warga asing yang datang ke China untuk kebutuhan ekonomi, perdagangan, aktivitas penelitian atau teknologi serta kebutuhan kemanusiaan yang darurat juga bisa mengajukan visa di Kedutaan atau Konsulat China.

Kedatangan untuk warga asing dengan visa yang diterbitkan setelah pengumuman ini dibuat tidak akan terpengaruh.

Sebelumnya, Beijing sudah menetapkan aturan bahwa semua penumpang dari kedatangan internasional harus dikarantina selama 14 hari dan diperiksa terkait infeksi corona di fasilitas pemerintah yang sudah tersedia.

Dilansir dari CNN, hal ini juga berlaku untuk orang-orang yang datang ke Beijing setelah memasuki China melalui beberapa titik masuk berbeda selama 14 hari terakhir.

Aturan ini berlaku sejak Rabu (25/3/2020) lalu dan dilakukan untuk terus menghentikan tingkat kasus import yang terus meningkat.

Sebelumnya dilansir dari South China Morning Post, efektif pada Minggu (29/3/2020) otoritas penerbangan China telah mengambil langkah untuk memotong jumlah penerbangan internasional yang masuk atau keluar dari China.

Maskapai penerbangan China nantinya hanya akan diperbolehkan untuk melayani satu penerbangan untuk rute mingguan menuju satu kota per negara.

Operasionalnya pun dibatasi hanya mengisi 75 persen kapasitas penumpang berdasarkan informasi dari Civil Aviation Administration of China (CAAC).

Hal yang sama berlaku juga untuk penerbangan menuju China. Maskapai penerbangan yang akan masuk ke China hanya diperbolehkan melayani satu penerbangan dalam seminggu dengan kapasitas 75 persen saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.