5 Kuliner Khas Ramadhan di Yogyakarta, Ada yang Bisa Ditemukan di Kampung Kauman

Kompas.com - 02/05/2020, 20:20 WIB
Kolak pisang tanpa santan. Dok. Shutterstock/Rani Restu IriantiKolak pisang tanpa santan.


JAKARTA, KOMPAS.com – Yogyakarta jadi salah satu daerah dengan kekayaan kuliner yang beragam. Tak terkecuali camilan nikmat yang cocok dinikmati sebagai sajian berbuka puasa.

Baca juga: Tutorial Video dan Resep Mi Dok-dok dari Warung Burjo Yogyakarta

Beberapa di antaranya selalu muncul saat bulan Ramadhan dan lainnya juga populer di hari biasa dan semakin banyak bisa ditemukan saat memasuki bulan puasa.

Berikut ini daftar 5 hidangan berbuka puasa khas Yogyakarta yang telah Kompas.com rangkum.

1. Kicak

KicakTribun Jogja/Hamim Thohari Kicak

Kue kicak adalah kue khas Ramadhan yang terkenal dari Kauman, Yogyakarta. Kue kicak ini biasanya hanya bisa ditemukan di bulan Ramadhan saja.

Kue ini merupakan perpaduan ketan dan kelapa muda yang diberikan irisan nangka dan gula putih. Kicak biasanya dijajakan di bazar makanan khas Yogyakarta di kampung Kauman.

2. Kolak

Kolak pisangShutterstock Kolak pisang

“Yogya sangat terkenal dengan kolaknya untuk berbuka. Biasanya campuran pisang kepok, ubi, dan singkong yang dipadu dengan kuah santan, gula merah, dan rempah-rempah berupa cengkeh, kayu manis, dan daun pandan yang wangi,” jelas Sri Wahyuni Dewi, Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) DPD DI Yogyakarta pada Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Menurut wanita yang akrab disapa Dewi yang juga pemilik Sari Dewi Catering ini, kolak pisang klasik sangat digemari masyarakat Yogyakarta untuk sajian berbuka puasa.

3. Jenang mutiara

Jenang monte atau mutiara, terbuat dari sagu. Jenang monte atau mutiara, terbuat dari sagu.

Jenang mutiara adalah jenang yang terbuat dari sagu berbentuk bulat. Jenang sendiri adalah sajian khas masyarakat Jawa yang biasanya dikaitkan sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Jenang umumnya dibuat dari tepung beras atau tepung ketan lalu dimasak dengan santan dan ditambahkan dengan gula merah atau putih.

Mutiara dalam sajian jenang mutiara sering disebut monte oleh orang-orang Yogyakarta.
“(Monte) direbus sampai mengembang berbentuk bulat-bulat cerah seperti mutiara. Kemudian sajiannya pakai kuah santan,” papar Dewi.

4. Kipo

Kipo, makanan khas Kotagede, Yogyakarta.KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kipo, makanan khas Kotagede, Yogyakarta.

Kipo merupakan sajian yang terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan parutan kelapa dan gula jawa.

Kipo punya rasa manis dan diberi pewarna hijau alami. Biasanya kamu bisa menemukan kipo di daerah Kotagede.

5. Thiwul dan gatot

Thiwul JogjaTribun Jogja Thiwul Jogja

Biasanya thiwul dan gatot dijual bersamaan. Thiwul punya citarasa yang manis akibat campuran tepung singkong yang jadi bahan baku sudah dicampur dengan gula jawa.

Thiwul Yogyakarta biasa disajikan dengan parutan kelapa yang rasanya manis dan cocok dijadikan camilan saat berbuka puasa.

Sementara untuk gatot, biasanya dijual di toko yang sama dengan thiwul. Gatot terbuat dari singkong yang sudah difermentasi terlebih dahulu.

Sajian ini punya tekstur kenyal dan warna coklat kehitaman. Rasanya manis, dan cocok jika dipadukan dengan parutan kelapa.

Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X