Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Raya Waisak, Apa Itu Waisak dan Bagaimana Umat Buddha Merayakannya?

Kompas.com - Diperbarui 11/05/2022, 20:02 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

Kapan Waisak dirayakan?

Hari Raya Waisak selalu dirayakan setiap satu tahun sekali. Untuk 2022, Waisak jatuh pada Senin, 16 Mei.

Adapun tanggal Waisak tak tetap setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan penghitungan berdasarkan bulan purnama penuh pada kalender lunar kuno Vesakha (Waisak).

Bulan tersebut memang biasanya jatuh pada Mei atau awal Juni. Alhasil, perayaan Waisak jatuh tak jauh di rentang bulan Mei-Juni.

Baca juga: Sejarah Hari Raya Umat Buddha Waisak, Ada 3 Peristiwa Penting

Cara umat Buddha merayakan Waisak

Umat Buddha di setiap daerah memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Waisak. Namun satu yang pasti, perayaan Waisak banyak terjadi di beberapa negara Asia seperti India, Thailand, Korea Utara dan Selatan.

Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.

Umat Buddha di Indonesia, biasanya akan merayakan perayaan festival lampion Waisak yang biasanya dilakukan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Perayaan festival lampion tersebut identik dengan momen pelepasan ribuan lampion kertas yang diterbangkan ke langit.

Baca juga: Catat, Cara Pesan Tiket Pelepasan Lampion Waisak 2022 di Borobudur

Biasanya, umat Buddha akan pergi ke kuil lokal mereka dan beberapa bahkan mungkin tinggal di sana sepanjang hari dan pada saat malam bulan purnama.

Mereka juga banyak yang melakukan perbuatan baik, mengambil bagian dalam melantunkan dan meditasi, merenungkan ajaran Buddha, membawa persembahan ke kuil, hingga berbagi makanan ke orang-orang.

Sejumlah biksu melaksanakan prosesi Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari warga di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Prosesi Pindapata merupakan rangkaian dari perayaan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang puncaknya jatuh pada Minggu (19/5) dan dipusatkan di Candi Borobudur.ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH Sejumlah biksu melaksanakan prosesi Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari warga di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Prosesi Pindapata merupakan rangkaian dari perayaan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang puncaknya jatuh pada Minggu (19/5) dan dipusatkan di Candi Borobudur.

Sebuah keluarga Buddhis biasanya juga akan mendekorasi rumah mereka dengan lentera. Mereka juga akan mengambil bagian dalam prosesi dan mengenakan pakaian putih.

Momen saling bertukar kartu ucapan juga biasa dilakukan dengan teman dan keluarga pada hari Waisak.

Baca juga:

Selain perayaan tersebut, umat Buddha juga biasa melakukan upacara Bathing the Buddha pada hari Waisak.

Upacara ini memperingati di mana air mengalir di atas bahu Buddha untuk mengingatkan orang-orang dalam menjernihkan pikiran mereka dari pikiran negatif seperti keserakahan dan kebencian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com