Pariwisata Labuan Bajo Akan Dibuka Kembali, Ikuti Protokol Kesehatan

Kompas.com - 30/05/2020, 13:52 WIB
Ilustrasi Nusa Tenggara Timur - Bukit Cinta, Labuan Bajo. SHUTTERSTOCKIlustrasi Nusa Tenggara Timur - Bukit Cinta, Labuan Bajo.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Rencana pembukaan kembali pariwisata di Nusa Tenggara Timur disambut positif sejumlah pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia ( PHRI) Manggarai Barat.

Menurut Ketua PHRI Manggarai Barat, Silvester Wangge, pihaknya siap untuk pembukaan pariwisata yang direncanakan mulai 15 Juni 2020.

Mereka juga akan taat dengan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi virus corona (Covid-19) saat mulai beroperasi.

"Hotel di Labuan Bajo sebenarnya tetap buka (selama ini), tapi tidak ada tamu yang check-in, sehingga karyawan memilih cuti saja. (Lalu) restoran tetap dibuka, tetapi kesulitannya tamu sedikit," kata Silvester kepada Kompas.com, Sabtu, (30/5/2020).

 

Baca juga: Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Sementara itu, pelaku pariwisata Manggarai Barat, Martha Muslin, mengungkapkan, seperti diberitakan sebelumnya, Labuan Bajo akan dijadikan salah satu pilot destinasi new normal.

Hal ini pun dianggap kabar baik untuk para stakeholder di Labuan Bajo, dan NTT secara keseluruhan. 

"Sebagai pelaku wisata, kami menyambutnya dengan sangat positif, karena harapan kami persoalan mendasar di Labuan Bajo secepatnya dibenahi," kata Muslin.

Baca juga: Labuan Bajo Jadi Pilot Project Pemulihan Pariwisata NTT

Adapun persoalan mendasar yang dimaksud seperti ketersediaan air bersih yang berfungsi untuk mencuci tangan.

"Kalau sebagai pebisnis kami sendiri sudah siap, karena sebenarnya tidak terlalu berbeda banyak dengan sebelumnya. Kami sudah terbiasa dengan tingkat higienitas tamu yang lebih tinggi," jelasnya.

Kendati demikian, Muslin menambahkan, perlu ada biaya tambahan untuk penyediaan masker dan desinfektan di setiap fasilitas.

Baca juga: Protokol New Normal, Wisatawan ke Labuan Bajo Bakal Registrasi Online

Khusus untuk masker, lanjut Muslin, merupakan salah satu yang perlu dipakai bagi para pelaku pariwisata dan wisatawan.

Adapun bahan masker yang dianjurkan adalah kain, sehingga bisa dipakai ulang dan tidak menambah beban sampah di Labuan Bajo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X