New Normal Umrah, Seperti Apa Itu?

Kompas.com - 07/06/2020, 13:15 WIB
Suasana shalat tarawih yang digelar terbatas bagi petugas setempat di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. ANTARA FOTO/REUTERS/GANOO ESSASuasana shalat tarawih yang digelar terbatas bagi petugas setempat di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.


JAKARTA, KOMPAS.com - Ibadah umrah disebut akan mengikuti protokol kesehatan di era new normal saat kembali dibuka.

Bendahara Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Tauhid Hamdi mengatakan, protokol kesehata itu berlaku seperti halnya pariwisata karena berkaitan dengan industri perjalanan.

"Pada era New Normalnanti, kita perlu perhatikan masalah kebersihan dan kesehatan," kata Tauhid dalam webinar ASITA, bertajuk "Penundaan Haji 2020 dan New Normal Perjalanan Umrah", Sabtu (6/6/2020).

"Tentunya umrah mendatang akan ada itu semua, jaga jarak, masker dan lainnya. Jadi akan mengalami perubahan," lanjutnya.

Untuk itu, AMPHURI sendiri sudah menyiapkan beberapa hal terkait protokol kesehatan ibadah Umrah dari segala sisi mulai transportasi hingga akomodasi.

Baca juga: Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Calon Jemaah: Saya Bersyukur Ditunda karena Situasi Seperti Ini

Tauhid mencontohkan, untuk alat transportasi yaitu bis akan dibatasi kapasitas penumpangnya.

"Tadinya bis yang kita isi mungkin 30 orang, jadi besok akan 20 orang atau setengahnya. Ini akan mengalami perubahan harga dan tentu akan mengalami kenaikan, karena jumlah bus akan bertambah banyak untuk dapat mengangkut penumpang minim kapasitas," jelasnya.

Hal ini akan terjadi apabila New Normal sudah berlangsung. Namun hingga kini, diakui Tauhid, keputusan ini akan melihat situasi terkini di Arab Saudi.

Ilustrasi jemaah haji dari Indonesia. SHUTTERSTOCK/ARYA MANGGALA Ilustrasi jemaah haji dari Indonesia.
Menurutnya, hingga kini belum ada keputusan apa pun dari pemerintah Arab Saudi baik penyelenggaraan haji tahun ini maupun umrah tahun depan.

Ia pun tetap kokoh pada keputusan pemerintah yang meyakini tahun ini tidak ada ibadah haji atau dibatalkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X