Belum Buka, Ini Persiapan TN Gunung Gede Pangrango Hadapi New Normal

Kompas.com - 25/06/2020, 08:00 WIB
Kemah para pendaki di kawasan savana Suryakancana, Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pihak pengelola menutup kawasan konservasi itu dari aktivitas pendakian umum selama tiga bulan terhitung 31 Desember hingga akhir Maret 2020. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKemah para pendaki di kawasan savana Suryakancana, Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pihak pengelola menutup kawasan konservasi itu dari aktivitas pendakian umum selama tiga bulan terhitung 31 Desember hingga akhir Maret 2020.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Wahju Rudianto menegaskan, pihaknya masih menutup operasional TNGGP untuk kunjungan umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Wahju menerangkan, pihaknya masih akan menunggu kebijakan dan keputusan daerah maupun pusat yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Untuk pembukaan nantinya, kami juga menunggu kebijakan masing-masing kabupaten baik Cianjur, Bogor, dan Sukabumi, serta kebijakan Kementerian LHK terkait pembukaan lokasi wisata alam dan pendakian di kawasan konservasi," kata Wahju melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Kawasan Wisata Alam Indonesia Boleh Buka, Ini Syaratnya...

Meski masih tutup, ia mengatakan TNGGP sudah menyiapkan protokol kesehatan menuju new normal mulai dari protokol pelayanan pengunjung, petugas pelayanan, maupun pengunjung.

Tak hanya untuk pendakian, kata dia, protokol tersebut juga berlaku untuk kegiatan wisata alam di kawasan TNGGP.

"Protokol tersebut tentu saja mengacu edaran dari Gugus Tugas Covid-19 maupun arahan pimpinan KLHK," terangnya.

Salah satu protokol yang akan digunakan TNGGP terkait pelayanan pengunjung adalah menerapkan aturan reservasi online bagi pendaki.

Dua orang pendaki sedang menaiki Tanjakan Setan di dalam kawasan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pihak pengelola menutup kawasan konservasi itu dari aktivitas pendakian umum selama tiga bulan terhitung 31 Desember hingga akhir Maret 2020.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Dua orang pendaki sedang menaiki Tanjakan Setan di dalam kawasan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pihak pengelola menutup kawasan konservasi itu dari aktivitas pendakian umum selama tiga bulan terhitung 31 Desember hingga akhir Maret 2020.

Gunung Gede Pangrango juga kerap menjadi tujuan para pendaki gunung yang biasanya berasal dari daerah Jakarta dan sekitarnya.

"Para calon pendaki bisa melakukan reservasi online di website Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang dapat diakses ketika sudah ada keputusan untuk dibuka," tuturnya.

Selain protokol reservasi online pendakian, TNGGP juga tengah menyiapkan aplikasi reservasi online bagi para pengunjung wisata alam.

Wahju juga menjelaskan, apabila TNGGP resmi dibuka tetap akan mengikuti protokol kesehatan lainnya seperti membatasi kapasitas kunjungan dan secara bertahap.

"Rencananya untuk tahap awal itu kapasitas kunjungan 30-50 persen, tapi sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing lokasi," katanya.

Kendati TNGGP masih tutup, Wahju tetap berpesan dan mengimbau kepada masyarakat apabila wisata alam sudah resmi dibuka agar dapat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan tidak datang dalam jumlah banyak.

"Harapan kami, masyarakat pengunjung wisata alam maupun pendakian selalu menjalankan protokol-protokol tersebut agar kawasan konservasi kita tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, sebanyak 29 taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA) diizinkan untuk dibuka kembali secara bertahap.

Baca juga: 29 Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Boleh Buka Kembali

“Sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai kira-kira pertengahan Juli 2020,” kata Siti dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020).

Siti menuturkan beberapa taman nasional yang akan dibuka antara lain Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru (BTS), dan Rinjani.

Hingga kini, para pengelola ketiga gunung tersebut masih menutup kawasan untuk kunjungan umum baik pendakian maupun wisata alam.

Pada 19 Maret 2020, KLHK menutup 56 kawasan konservasi yaitu TN, TWA, dan Suaka Margasatwa. Daftar ini kemudian bertambah menjadi 57 lantaran TN Komodo di NTB ditutup sementara pada 22 Maret.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X