29 Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Boleh Buka Kembali

Kompas.com - 22/06/2020, 20:14 WIB
Pemandangan Sunrise di Gunung Bromo Dok. Humas Kementerian PariwisataPemandangan Sunrise di Gunung Bromo

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, menuturkan, sebanyak 29 taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA) diizinkan untuk dibuka kembali secara bertahap.

“Sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai kira-kira pertengahan Juli 2020,” kata Siti dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Pemerintah Umumkan Kawasan Pariwisata Alam Indonesia Dibuka Bertahap

Siti menuturkan, beberapa daerah yang tempat wisata alamnya sudah bisa dibuka kembali antara lain adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Kemudian Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Bali.

Pembukaan kembali secara bertahap 29 TN dan TWA tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), dan pemerintah daerah di lapangan melalui Unit Pelaksana Teknis Kerja Kementerian.

Siti menegaskan, yang paling penting dalam persiapan pembukaan kembali adalah langkah-langkah protokol virus corona.

"Setelah pengumuman ini, dan sudah ada pedoman dari Menteri Kesehatan dan Menteri Pariwisata, kami segera menuliskan, memberikan perintah kepada seluruh jajaran Kementerian LHK yang sudah bisa mendukung, menurut ketentuan-ketentuan protokol Covid-19, itu sudah bisa dilakukan," ujar Siti.

Puncak Gunung Rinjani dilihat dari Plawangan Sembalun.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Puncak Gunung Rinjani dilihat dari Plawangan Sembalun.

Siti menuturkan beberapa taman nasional yang akan dibuka antara lain Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru (BTS), dan Rinjani.

Meski begitu, Siti menjelaskan bahwa penutupan area gunung sebenarnya rutin dilakukan, bahkan sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Baca juga: Pendakian Gunung Rinjani Segera Dibuka

“Kita memang punya jadwal normal juga di kementerian bahwa taman nasional ini sepanjang tahun diistirahatkan. Ada yang satu bulan, ada yang dua bulan. Tergantung. Masing-masing kawasan ini punya keunikannya sendiri,” ungkap Siti.

Siti juga menuturkan bahwa sebelumnya pihaknya menugaskan Dirjen Konservasi untuk menutup semua kawasan konservasi dari aktivitas pariwisata sejak virus corona terjadi.

Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penularan virus corona di kawasan konservasi. Salah satu yang dikhawatirkan adalah adanya penularan antara satwa dengan manusia.

Baca juga: Taman Nasional Komodo Tutup Sementara untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Pada 19 Maret 2020, KLHK menutup 56 kawasan konservasi yaitu TN, TWA, dan Suaka Margasatwa. Daftar tersebut bertambah menjadi 57 lantaran TN Komodo di NTB ditutup sementara pada 22 Maret.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X