Kompas.com - 27/06/2020, 14:41 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Ramai di media sosial, kegiatan camping di Bukit Alas Bandawasa Bogor, awal Juni lalu. Tindakan camping itu dilakukan di tengah masa pembatasan sosial yang masih berlaku.

Baca juga: Viral Foto Bukit Alas Bandawasa Ramai Pengunjung, Ini Kata Salah Satu Pengunjung

Anggota Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) yang merupakan salah satu Tim Indonesia Everest tahun 1997, Ripto Mulyono melihat tindakan ini karena orang-orang yang sudah berada di rumah selama lebih dari tiga bulan.

"Itu saya lihat seperti orang dikurung tiba-tiba keluar. Jadi selama tiga bulan akhirnya dia ingin cari kesenangan atau apa ya larinya ke gunung atau alam, jadi seperti dilepas gitu," kata Ripto dalam webinar FMI bertajuk "Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi" Kamis (25/6/2020).

Ia pun mengungkapkan, kejadian tersebut sama halnya seperti saat Car Free Day (CFD) Jakarta yang baru dilaksanakan kembali, Minggu (21/6/2020) kemarin.

Ripto juga menilai, pengelola tempat wisata camping itu tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yaitu terkait pembatasan kapasitas kunjungan.

"Makanya saya bingung, kok dibuka tiba-tiba. Jadi tidak ada pengumuman protokol dan akhirnya ya protokol kesehatan diabaikan pengunjung," jelasnya.

Kurangnya pengawasan dan protokol tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan bagi masyarakat yang sudah dikurung berbulan-bulan untuk datang ke tempat itu.

Salah satu unggahan yang membagikan foto yang mendokumentasikan suasana di Bukit Alas Bandawasa, Bogor, Jawa Barat.Instagram @taante_reempong_officiaal Salah satu unggahan yang membagikan foto yang mendokumentasikan suasana di Bukit Alas Bandawasa, Bogor, Jawa Barat.

Oleh karenanya, ia melihat pula tindakan berbondong-bondong camping meski masih pandemi itu seperti anak kecil yang sudah lama tak main keluar rumah.

"Jadi seperti anak kecil yang sudah disuruh rumah terus akhirnya mereka keluar. Keinginan yang sudah terpendam selama tiga bulan, mereka tiba-tiba ada kesempatan keluar ya mereka akan seperti itu," terangnya.

Baca juga: Camping Bebas Sampah Plastik Tidak Mustahil, Coba Lakukan 5 Hal Ini

Ia juga menilai, harusnya tempat wisata seperti camping dan pendakian memiliki prosedur atau protokol kesehatan yang kuat di tengah pandemi yang belum berakhir.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.