3 Tempat Lihat Embun Es di Gunung Semeru dan Bromo

Kompas.com - 30/07/2020, 19:01 WIB
KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Warga melintas di kawasan wisata Gunung Bromo di Metigen, Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (7/6/2018). Lokasi wisata tersebut menjadi tujuan favorit wisata karena panorama alamnya yang menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara. KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKAKEINDAHAN ALAM INDONESIA - Warga melintas di kawasan wisata Gunung Bromo di Metigen, Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (7/6/2018). Lokasi wisata tersebut menjadi tujuan favorit wisata karena panorama alamnya yang menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara.


KOMPAS.com - Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jawa Timur masih tutup untuk wisata umum. Saat ini, di kawasan tersebut tengah mengalami suhu udara dingin.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat menerangkan, satu tempat di Gunung Bromo yaitu Cemorolawang sempat menyentuh suhu minus 3 derajat celsius.

"Cuaca Bromo sangat dingin, tapi fenomena upas belum begitu terlihat. Tanda-tanda awalnya sudah mengarah kemungkinan akan muncul upas," kata Sarif saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Cuaca di Gunung Bromo Minus 3 Derajat Celsius, Muncul Embun Upas

Sebelum pandemi Covid-19, kawasan wisata Bromo buka seperti biasanya. Saat musim kemarau tiba, kata dia, banyak wisatawan yang berkunjung untuk melihat embun upas.

Ia mengatakan, ada tiga tempat yang biasa dikunjungi wisatawan di TNBTS saat fenomena itu muncul.

"Kalau di Bromo biasanya di sekitar Cemorolawang, dan atau lautan pasir. Untuk Semeru, biasanya ada di Ranu Pani, tempat wilayah pintu masuk pendakian Gunung Semeru," jelasnya.

Berikut tiga tempat di TNBTS yang seru untuk menikmati dan melihat fenomema embun upas:

Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Bukit Mentigen, Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Bukit Mentigen adalah salah satu alternatif tempat melihat matahari terbit selain Bukit Penanjakan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Bukit Mentigen, Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Bukit Mentigen adalah salah satu alternatif tempat melihat matahari terbit selain Bukit Penanjakan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Cemorolawang

Tempat pertama yang tiap tahunnya selalu mengalami fenomena embun upas adalah Cemorolawang. Pada Minggu (26/7/2020), suhu di Cemorolawang sempat menyentuh minus tiga derajat celsius.

Embun upas juga tampak terlihat di sekitar area tersebut, namun belum terlalu banyak. Tahun lalu, wisatawan bebas melihat fenomena seperti ini di Cemorolawang.

Baca juga: Embun Upas di Bromo Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Biasanya wisatawan akan merasakan suhu dingin Bromo yang tak biasa itu sembari berburu sunrise atau matahari terbit di Cemorolawang.

Kamu harus bangun pagi-pagi buta sekitar pukul 05.00-06.00 WIB untuk melihat fenomena embun upas ini. Tentunya dengan mengenakan jaket tebal dan hangat, masker, kaos kaki, serta sarung tangan.

Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.

Lautan Pasir

Tahun ini, pemandangan embun upas belum terlihat di Lautan Pasir Gunung Bromo. Namun biasanya, wisatawan dapat melihat fenomena embun es tersebut di tempat ini.

Tahun lalu, wisatawan dapat melihat dan mengabadikan momen dalam sebuah foto di mana butiran kristal atau es terlihat tersebar di lautan pasir.

Lautan Pasir ini memiliki nama lain Pasir Berbisik. Lautan pasir ini dulunya adalah padang pasir yang saking sepinya, terdengar suara angin yang menghempas seperti berbisik.

Baca juga: 5 Destinasi Wajib Saat Pertama Kali Berkunjung ke Bromo

Hal tersebut yang membuat orang memunculkan nama laut pasir dengan sebutan pasir berbisik.

Jika berkunjung ke sini, wisatawan diharapkan datang dengan membawa kacamata ataupun syal untuk melindungi dari angin kencang yang meniup pasir.

Wisatawan yang ingin melihat fenomena embun upas di Lautan Pasir Bromo harus bangun pagi sekitar pukul 05.00-06.00 WIB agar tak ketinggalan.

Pendakian Gunung Semeru di pos 3, via Ranu Pani, 2018.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pendakian Gunung Semeru di pos 3, via Ranu Pani, 2018.

Ranu Pani

Lokasi Ranu Pani berada di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bagi para pendaki, Ranu Pani merupakan pintu masuk pendakian Gunung Semeru.

Ranu Pani merupakan sebuah desa di ketinggian 2.100 mdpl yang menawarkan keindahan alam panorama Gunung Semeru.

Baca juga: Lewat Jalur Ranupani, Jejak Pendaki Semeru Mulai Naik ke Kalimati

Desa ini memiliki tiga danau yang berada di jalur pendakian Gunung Semeru yaitu Danau Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo.

Saat musim kemarau tiba, siapa saja yang datang ke Ranu Pani akan mengalami suhu dingin yang tak biasanya. Bahkan dapat melihat fenomena embun upas atau embun es.

Untuk itu, persiapan yang lebih matang perlu disiapkan apabila kamu mendaki di musim kemarau seperti bulan Juli hingga Agustus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X