Indonesia Punya 30 Bandara Internasional, Mana Saja?

Kompas.com - 08/08/2020, 20:34 WIB
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi.

Bandara I Gusti Ngurah Rai yang memiliki kode DPS merupakan bandara internasional yang kerap menerima wisatawan mancanegara (wisman) paling banyak dibanding bandara internasional lainnya di Indonesia.

Baca juga: Bandara Soetta Ramai Turis Asing karena Bali Masih Tutup

Hal tersebut diungkapkan melalui data jumlah kunjungan wisman milik Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 – 2020.

Bandara tersebut memiliki beberapa rute internasional, seperti dari dan ke Ho Chi Minh, Istanbul, Sydney, dan kota-kota lain yang tersebar di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Eropa. Bandara I Gusti Ngurah Rai berlokasi di Badung, Bali.

3. Bandara Kualanamu, Sumatera Utara

Bandara Kualanamu yang memiliki kode bandara KNO terletak di Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bandara itu memiliki beberapa fasilita,s seperti akses internet gratis, kantor kesehatan, tempat bermain anak, dan mobil golf guna mempermudah penumpang menuju gerbang masuk pesawat dari area pemeriksaan tiket.

Bandara Kualanamu memiliki beberapa rute internasional, seperti dari dan ke Kuala Lumpur, Penang, Bangkok, dan Singapura.

4. Bandara Internasional Yogyakarta, Yogyakarta

Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airpot (YIA) berada di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Bandara tersebut letaknya cukup dekat dengan Candi Borobudur, yakni hanya sekitar 90 menit saja. Dari YIA, kendaraan akan melewati jalur Dekso, Nanggulan, Kalibawang, dan masuk ke Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X