Benarkah Aktivitas Naik Gunung Berbahaya?

Kompas.com - 11/08/2020, 16:02 WIB
Hari Sukopirno, warga Jember saat melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso IstimewaHari Sukopirno, warga Jember saat melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso


KOMPAS.com - Belakangan muncul kembali kabar pendaki gunung yang hilang, bahkan meninggal dunia ketika mendaki gunung.

Kabar terbaru datang dari salah satu pendaki Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur, yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari atas gunung berketinggian 1.521 mdpl ini, Minggu (9/8/2020).

Berkaca pada kejadian yang tak mengenakkan pada pendakian gunung, lantas apakah aktivitas wisata yang juga merupakan hobi bagi sebagian orang ini menjadi berbahaya?

EIGER Adventure Service Team (EAST) Manager, Galih Donikara, mengatakan, kegiatan mendaki gunung memiliki dua jenis bahaya sekaligus yaitu mengandung dan mengundang bahaya.

"Gunung atau alam bebas itu mengandung sekaligus mengundang bahaya. Jadi kalau bahaya yang timbul dari gunung atau alam kita sebut bahaya obyektif," kata Galih.

"Sementara bahaya yang satu lagi bahaya dari diri kita sendiri atau subyektif," lanjutnya  saat Live Instagram Kompas Travel bertema "Tips Aman Naik Gunung Era New Normal", Senin (10/8/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X