Benarkah Aktivitas Naik Gunung Berbahaya?

Kompas.com - 11/08/2020, 16:02 WIB
Pendaki Gunung Pakuwaja berfoto dengan latar belakang Batu Paku Jawa di Gunung Pakuwaja. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAPendaki Gunung Pakuwaja berfoto dengan latar belakang Batu Paku Jawa di Gunung Pakuwaja.

 

Untuk bahaya yang ditimbulkan oleh gunung, ia mencontohkan dapat dilihat dari seberapa ketinggian gunung itu. Faktor ketinggian gunung menyebabkan udara semakin tipis, kata dia.

Selain itu, semakin tinggi gunung tersebut, maka kian dingin pula suhu udara di sana.

"Apalagi musim kemarau, justru lagi dingin-dinginnya. Kemudian, keterjalannya, kerumitan jalurnya. Mungkin juga dari sisi durasinya atau lama mencapai puncaknya. Itu bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh alam," jelasnya.

Baca juga: 3 Tips Aman Naik Gunung, Paham Jalur Naik dan Turun

Menyadari akan bahaya yang ditimbulkan oleh alam atau dalam hal ini gunung, tambahnya, semakin membuat seorang pendaki harus menyadari bahaya berikutnya yaitu dari diri sendiri.

Oleh sebab itu, menurutnya seorang pendaki harus menyiapkan diri untuk menghadapi beragam bahaya yang bisa ditimbulkan dari gunung.

Ia mengungkapkan, cara-cara menghadapi bahaya tersebut di antaranya berlatih fisik, berlatih mental, dan menjaga sikap.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X