Kompas.com - 17/09/2020, 16:20 WIB

KOMPAS.com – Kintamani di Kabupaten Bangli, Bali memiliki panorama alam indah yang mungkin akan sulit dilupakan oleh wisatawan.

Deretan tempat wisatanya pun tidak kalah menariknya. Salah satunya adalah Geopark Kaldera Gunung Batur yang masuk dalam Global Geopark Network UNESCO pada 20 September 2012.

Baca juga: 7 Penginapan Dekat Danau Batur Bali, Harga Mulai Rp 350.000-an

Jika berencana untuk berlibur ke Kintamani dalam waktu dekat, berikut daftar tempat wisata di Kintamani yang telah Kompas.com rangkum, Kamis (17/9/2020):

1. Museum Geopark Batur

Apabila kamu tertarik untuk mempelajari seputar Gunung Batur dan Gunung Agung, kamu bisa berkunjung ke museum tersebut.

Di sana, kamu juga akan diberi informasi seputar proses pembentukan Pulau Bali, letusan Gunung Buyan-Bratan pada 30.000 tahun yang lalu, dan jenis lava.

Museum Geopark Batur memiliki dua lantai yang menampilkan informasi yang cukup berbeda. Lantai satu memiliki informasi seputar geologi, dan lantai dua memiliki informasi seputar ragam budaya dan hayati.

Perahu lego jangkar di Danau Batur di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Terlihat latar belakang Gunung Batur tertutup awan. KOMPAS.com/FIKRIA HIDAYAT Perahu lego jangkar di Danau Batur di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Terlihat latar belakang Gunung Batur tertutup awan.

2. Danau Batur

Danau Batur termasuk dalam Geopark Kaldera Gunung Batur. Letaknya berada di ketinggian 1.050 mdpl di lereng Gunung Batur.

Danau tersebut dikelilingi oleh perbukitan dan pepohonan rindang yang masih asri. Ketinggiannya membuat lingkungan tempat wisata memiliki hawa yang sejuk.

Jika ingin berkemah di pinggir danau, kamu bisa menginap semalam di Njung Bali Camp. Untuk kuliner, kamu bisa berkunjung ke restoran apung di sana.

Apabila ingin mengelilingi danau, menikmati percikan air yang dingin, atau memancing, kamu bisa menyewa perahu bersama teman-teman agar harga lebih murah.

Ada juga pemandian air panas yang bisa dikunjungi jika kamu tidak tahan dengan dinginnya udara di Danau Batur.

3. Desa Bayung Gede

Selain Desa Trunyan, ada lagi desa adat di Kintamani bernama Desa Bayung Gede. Desa tersebut juga memiliki keunikan, budaya, dan tradisinya tersendiri.

Salah satunya adalah tradisi terkait pasangan pengantin baru. Orang-orang yang baru menikah dilarang memasuki pekarangan dan tidak dianggap sebagai warga desa sebelum membayar maskawin (tumbakan).

Baca juga: 5 Desa Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi, Mana Saja?

Maskawin tersebut nantinya akan diserahkan kepada desa dalam bentuk dua ekor sapi. Selanjutnya, pasangan harus menjalani puasa (tapa brata) dan melakukan prosesi pematangan (penyekaban) di gubuk kecil.

Hal menarik lainnya yang bisa dilihat di Desa Bayung Gede adalah kuburan ari-ari yang terbilang cukup unik.

Pasalnya, ari-ari dikubur dengan cara digantung pada pohon kayu Bungkak. Sebelum digantung, ari-ari dimasukan terlebih dahulu dalam batok kelapa dan diberi nama.

Pemakaman di Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.KOMPAS/RIZA FATHONI Pemakaman di Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

4. Desa Trunyan

Desa Trunyan terletak di pinggir Danau Batur. Saat berkunjung ke sana, kamu akan melihat sebuah tradisi unik yang sudah dilakukan oleh masyarakat setempat sejak dulu.

Adapun tradisi yang dimaksud adalah mereka mengubur jenazah dengan cara dibaringkan di atas tanah yang disebut Sema Wayah.

Tradisi itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke sana. Selama berada di desa Bali Mula tersebut, kamu bisa pelajari lebih lanjut soal tradisi tersebut.

Baca juga: Uniknya Pemakaman Trunyan, Jenazah Hanya Diletakkan di Atas Tanah

Di Desa Trunyan terdapat satu pohon besar bernama Taru Menyan. “Taru” artinya pohon, dan “menyan” artinya wangi.

Menurut keyakinan masyarakat setempat, pohon tersebut diyakini mampu menetralisir bau busuk yang menebar di sekitar kuburan.

5. Gunung Batur

Jika ingin melakukan kegiatan yang cukup menguras tenaga, kamu bisa mendaki Gunung Batur yang dianggap oleh masyarakat Bali sebagai salah satu gunung istimewa.

Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 mdpl. Bagi pendaki baru, Gunung Batur merupakan salah satu yang paling direkomendasikan karena treknya cukup aman.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.