Kompas.com - 17/09/2020, 18:06 WIB
Telaga Warna dilihat dari Batu Ratapan Angin di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2014). KOMPAS.com/FIKRI HIDAYATTelaga Warna dilihat dari Batu Ratapan Angin di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2014).

KOMPAS.com - Dieng Culture Festival (DCF) tetap digelar tahun ini pada 16-17 September 2020.

Namun, acara DCF tahun ini digelar secara virtual akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Para wisatawan yang tak bisa datang langsung ke Dieng bisa menyaksikannya lewat Youtube, Facebook, Instagram dan situs dieng.mice.id secara gratis.

Karena tahun belum bisa berwisata dengan leluasa, saat ini kamu bisa membuat rencana daftar tempat wisata yang akan dikunjungi tahun depan setelah pandemi berakhir.

Baca juga: Dieng Culture Festival Digelar Virtual 16-17 September 2020

Kompas.com merekomendasikan beberapa telaga yang biasanya dikunjungi wisatawan usai DCF. Kamu bisa ke sana saat mengunjungi Dieng tahun-tahun berikutnya.

Telaga-telaga ini memiliki keindahan yang tak boleh dilewatkan wisatawan. Telaga ini juga membuktikan bahwa Dieng dikaruniai kekayaan budaya serta alamnya yang memesona.

Beriktu 6 telaga yang identik dengan pergelaran Dieng Culture Festival:

1. Telaga Warna

Telaga ini memiliki keunikan, yaitu memiliki warna yang terjadi secara alami. Warnanya bisa berubah-ubah, mulai dari hijau, kuning, hingga biru.

Telaga Warna Dieng dilihat dari Puncak Gunung Pakuwaja dengan lensa Zoom.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Telaga Warna Dieng dilihat dari Puncak Gunung Pakuwaja dengan lensa Zoom.

Konon, warna-warni ini muncul dari pengaruh cuaca, waktu, dan tempat untuk melihatnya. Selain keindahan warna, kamu juga bisa menikmati cerita dari Telaga Warna.

Dongeng yang beredar, dulunya ada cincin milik seorang bangsawan yang terjatuh ke dasar telaga.

Baca juga: Batu Pandang Ratapan Angin, Tempat Terbaik Melihat Telaga Warna Dieng

Cincin tersebut memunculkan warna yang memendar dan membuat telaga menjadi berwarna-warni.

Namun secara ilmiah, Telaga Warna berwarna-warni karena terdapat kandungan sulfur tinggi dan adanya habitat ganggang merah di dasarnya.

2. Telaga Balekambang

Telaga Balekambang digunakan sebagai tempat melarung rambut gimbal dari ketiga anak perempuan pada perhelatan DCF 2020, Kamis (17/9/2020).

Telaga ini lokasinya di sebelah kompleks Candi Arjuna. Konon, dulunya telaga ini merupakan telaga kuno yang memiliki fungsi untuk menampung air agar tidak menggenangi kompleks candi.

Ritual melarung rambut gimbal yang sudah dicukur pada gelaran Dieng Culture Festival 2019 di Telaga Balekambang.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ritual melarung rambut gimbal yang sudah dicukur pada gelaran Dieng Culture Festival 2019 di Telaga Balekambang.

Untuk menuju ke sana, wisatawan bisa datang melalui kompleks Candi Arjuna. Namun, kamu tidak akan bisa melihat telaga tersebut dari candi lantaran tertutup semak dan pertanian warga.

Oleh karena itu, kamu bisa berjalan menyusuri pematang sawah dan perkebunan kentang untuk sampai telaga.

Baca juga: Suhu Dieng Minus 5 Derajat, Embun Es Muncul Lagi

Agar lebih sedap dipandang mata dan kamera, kamu bisa mencari dataran yang lebih tinggi misalnya ke Dieng Platheu Theathre.

Lokasi telaga ini juga kerap dijadikan tempat wisatawan untuk memancing karena banyak terdapat ikan air tawar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Travel Update
Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Travel Update
Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Travel Update
Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Jalan Jalan
Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Travel Update
5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

Jalan Jalan
6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

Travel Tips
Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Travel Tips
Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Travel Tips
Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Hari Raya Kuningan

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Hari Raya Kuningan

Travel Tips
Travel Bubble Selandia Baru-Australia Resmi Dimulai 19 April 2021

Travel Bubble Selandia Baru-Australia Resmi Dimulai 19 April 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X