3 Kunci Sukses Desa Wisata Menurut Wamendes PDTT

Kompas.com - 25/09/2020, 16:04 WIB
Suasana kawasan wisata Kafe Sawah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Pujon Kidul di Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Otoritas Jasa Keuangan mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa dalam mensejahterakan masyarakat desa, salah satunya melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang hingga Triwulan II 2019 jumlah nasabahnya mencapai 3.611 orang dengan jumlah pembiayaan mikro yang disalurkan mencapai Rp49,07 miliar. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSuasana kawasan wisata Kafe Sawah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Pujon Kidul di Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Otoritas Jasa Keuangan mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa dalam mensejahterakan masyarakat desa, salah satunya melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang hingga Triwulan II 2019 jumlah nasabahnya mencapai 3.611 orang dengan jumlah pembiayaan mikro yang disalurkan mencapai Rp49,07 miliar.

KOMPAS.com - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengatakan, Indonesia memiliki banyak desa yang berpotensi menjadi desa wisata.

Menurut dia, jika ingin, semua desa bisa menjadi desa wisata asalkan memiliki beberapa kata kunci agar sukses pembangunannya.

Budi memberikan contoh Desa Pujon Kidul di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang berhasil membangun desa wisata dari kerja keras anak-anak muda setempat.

Baca juga: 5 Pantai di Malang yang Lokasinya Berdekatan, Apa Saja?

"Kalau ke Pujon Kidul di Malang, semua yang mengelola itu anak muda. Daya jual buah-buahannya, kulinernya desa tersebut. Warga desa betul-betul merasakan proses pembangunan yang ada, jadi tidak sekadar jadi penonton," kata dia.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam webinar yang digagas TelusuRI dan Kok Bisa pada Rabu (23/9/2020) bertema Ngobrol Bareng: Menggali Potensi Desa untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan beberapa kunci sukses dari keberhasilan desa wisata di Indonesia.

Pengunjung berfoto di kawasan wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Pujon Kidul di Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Otoritas Jasa Keuangan mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa dalam mensejahterakan masyarakat desa, salah satunya melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang hingga Triwulan II 2019 jumlah nasabahnya mencapai 3.611 orang dengan jumlah pembiayaan mikro yang disalurkan mencapai Rp49,07 miliar.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Pengunjung berfoto di kawasan wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Pujon Kidul di Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). Otoritas Jasa Keuangan mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa dalam mensejahterakan masyarakat desa, salah satunya melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang hingga Triwulan II 2019 jumlah nasabahnya mencapai 3.611 orang dengan jumlah pembiayaan mikro yang disalurkan mencapai Rp49,07 miliar.

Mereka yang ingin membangun desa atau kampung halaman agar menjadi desa wisata dan ramai dikunjungi wisatawan, berikut Kompas.com rangkum tiga faktor penting yang harus dimiliki:

1. Keunikan

Menurut Budi, sebuah desa jika ingin mempromosikan desanya sebagai desa wisata harus lah memiliki faktor utama yaitu keunikan.

Keunikan ini adalah dengan cara menggali potensi desa tersebut yang tidak dimiliki desa lainnya.

Baca juga: Pernah ke Kafe Sawah? Konsepnya Unik dan Disukai Wisatawan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X