Lamongan Bakal Gencarkan Pengembangan Desa Wisata

Kompas.com - 08/10/2020, 16:04 WIB
Bangunan utama situs pataan yang diduga merupakan vihara, yang berada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. HAMZAH ARFAHBangunan utama situs pataan yang diduga merupakan vihara, yang berada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan.

Selain Desa Labuhan, ada juga Desa Besur di Kecamatan Sekaran yang menawarkan wisata agro dengan perkebunannya yang indah, yakni Wisata Besur Agro Edukasi.

Mengutip situs Lamongan Tourism, desa wisata tersebut memiliki suasana Instagramable lantaran bunga-bunga yang bermekaran dapat dijadikan sebagai latar belakang foto menarik.

Selain itu, wisatawan juga bisa mengelilingi sebuah kolam yang dikelilingi hamparan bunga. Mereka juga bisa berjalan-jalan di tengah sawah sambil menikmati udara segar saat berkunjung di pagi hari.

Menurut dia, desa-desa di Kabupaten Lamongan memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan.

Mulai dari potensi peninggalan situs kuno, yakni Situs Pataan di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, hingga desa lain yang menawarkan potensi alam seperti perkebunan.

“Setiap desa memiliki potensi masing-masing. Sekarang hampir semua desa direncanakan untuk diubah menjadi desa wisata,” kata Sisyanto.

Mengutip Kompas.com, Situs Pataan sudah melalui ekskavasi ketiga oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur (Jatim) sejak 3 Juli 2019.

Kepala BPCB Trowulan Jatim Andi Muhammad Said pada saat itu mengatakan, Situs Pataan merupakan peninggalan zaman Airlangga pada abad ke-10.

Baca juga: Melihat Destinasi Wisata Religi Baru di Lamongan

“Jadi, untuk sementara kajian kita itu menunjukkan, ini peninggalan masa muda Airlangga di abad ke-10 dan ini sebelum Majapahit,” ujar Andi, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia dilihat dari ciri-cirinya, bangunan yang ditemukan bercorak Buddha. Hal itu terlihat dari stupa, bangunan pintu gerbang dan belakang yang seperti Vihara.

Dengan bangunan dan sisa-sisa peninggalan yang ditemukan di sekitar kompleks situs Pataan, Andi dan para arkeolog BPCB Trowulan memprediksi, situs Pataan merupakan tempat ibadah yang juga menjadi perumahan bagi penghuninya saat itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X