Kompas.com - 16/10/2020, 18:31 WIB
Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.

Untuk trekking sampai ke puncak, membutuhkan waktu sekitar 50-60 menit. Biasanya, wisatawan bisa mendirikan kemah atau camping di puncak barat Gunung Api Purba yang dikenal dengan sebutan Gunung Gedhe.

Namun, jelas Sugeng, saat ini pengelola belum menerima aktivitas menginap atau camping wisatawan.

"Saat ini kita memang belum menerima kegiatan yang menginap, seperti camping, homestay juga belum menerima karena kondisinya masih seperti ini. Kita masih jaga kondisi keamanan dan kesehatan masyarakat Nglanggeran," ujar dia.

Baca juga: Melewati Celah Sempit, Sensasi Pendakian Gunung Api Purba

Selain trekking, wisatawan juga bisa melakukan aktivitas outbound di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Keunikan trekking di Gunung Api Purba adalah ketika sampai puncak, wisatawan disuguhkan dengan pemandangan bentang alam Gunungkidul ditemani angin sepoi-sepoi.

Wisatawan juga bisa lihat Gunung Lima Jari yang juga tak kalah populer, dari puncak Gunung Api Purba.

Embung Nglanggeran

Tempat wisata kedua adalah Embung Nglanggeran. Biasanya, wisatawan akan berkunjung ke tempat ini setelah dari Gunung Api Purba Nglanggeran.

Wisatawan akan diajak naik mobil Pajero. Bukan mobil Pajero sungguhan, melainkan kendaraan pick-up terbuka dan memiliki akronim panas njobo njero atau dalam bahasa Indonesia berarti panas luar dalam.

Wisatawan yang naik "Pajero" ini akan merasakan sensasi sengatan matahari khas Gunungkidul hingga sampai ke Embung Nglanggeran.

Embung Nglanggeran sendiri merupakan telaga buatan yang berfungsi untuk menampung air hujan dan dimanfaatkan untuk mengairi perkebunan setempat pada musim kemarau.

Baca juga: Menikmati Syahdunya Petang di Embung Nglanggeran, Gunungkidul

Oleh sebab itu, di sini ada kebun buah klengkeng dan durian seluas 20 hektar. Untuk sampai ke embung, peserta perlu mendaki atau trekking selama 7-10 menit.

"Kalau di sini juga sama, lebih ke view alam, dan panorama di perkebunan durian dan klengkeng," terangnya.

Kemudian wisatawan akan melihat embung seluas 0,34 hektar dengan kedalaman sekitar 4 meter. Wisatawan juga bisa bermain layang-layang dan mengunjungi kebun buah, bahkan memetiknya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X