Desa Wisata Penglipuran Bali Buka Lagi Setelah 8 Bulan Tutup

Kompas.com - 16/10/2020, 21:31 WIB
Ilustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. SHUTTERSTOCK / GODILAIlustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

BANGLI, KOMPAS.com - Obyek wisata Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, kembali buka pada Sabtu (17/10/2020).

Sebelumnya, tempat yang dikenal sebagai desa terbersih itu ditutup untuk wisata sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Bendesa atau Kepala Desa Adat Penglipuran Wayan Supat mengatakan, pembukaan kembali Desa Penglipuran dilakukan setelah rapat bersama para warga dan tokoh desa adat.

"Memang sudah diizinkan pemerintah. Melalui surat Gubernur juga sudah diizinkan dibukanya beberapa sektor seperti pariwisata," kata Supat saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Benarkah Wisatawan Nusantara di Bali Beri Dampak ke Ekonomi Setempat?

Ia melanjutkan, dibukanya desa wisata itu juga dilakukan untuk memutar roda ekonomi masyarakat setempat karena sudah delapan bulan tutup.

Adapun, pembukaan kembali Desa Penglipuran dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pengunjung yang diperbolehkan berkunjung nantinya hanya 50 persen dari kapasitas. Mereka juga wajib memakai masker, cek suhu, dan rajin cuci tangan.

Desa Penglipuran yang berada di Bali masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Desa Penglipuran yang berada di Bali masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.

Supat berharap dengan kembali buka, ekonomi warga Desa Penglipuran kembali pulih. Itu karena hampir 80 persen warga desa yang berjumlah 1.020 jiwabergantung pada pariwisata.

Desa Penglipuran sendiri dikenal sebagai contoh bentuk desa wisata pertama di Indonesia. Desa wisata di Bali ini sempat mendapatkan penghargaan Kalpataru.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Bali: Swab Test Lebih Baik untuk Pariwisata Bali

Pada 2016, Penglipuran terpilih sebagai desa terbersih ke-3 dunia versi majalah internasional Boombastic.

Kemudian pada 2017, Desa Penglipuran mendapat penghargaan ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) 2017 dengan peringkat terbaik untuk kategori pelestarian budaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X