Festival Bahari Raja Ampat Digelar Virtual, Bisa Lihat Apa Saja?

Kompas.com - 20/11/2020, 10:47 WIB
Kalibiru di Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (19/10/2019). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKalibiru di Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (19/10/2019).


KOMPAS.com – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, edisi ke-10 Festival Bahari Raja Ampat yang digelar pada 20-21 November 2020 akan dilaksanakan secara virtual akibat pandemi Covid-19.

Walaupun digelar secara virtual, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Yusdi Lamatenggo memastikan bahwa penonton nantinya masih bisa menikmati keindahan alam dan budaya Raja Ampat.

Baca juga: Festival Bahari Raja Ampat 2020 Digelar Virtual 20-21 November

“Karena ini model baru, format baru secara virtual, kita berharap ini jadi sesuatu yang baru juga untuk pariwisata Raja Ampat,” kata dia dalam konferensi pers Festival Bahari Raja Ampat 2020 yang digelar virtual pada Kamis (19/11/2020).

Selama pelaksanaannya yang dilakukan via kanal YouTube, Facebook, Instagram, dan juga Zoom meeting, semua daya tarik wisata dan budaya tersebut akan dibagi menjadi empat klaster sebagai berikut:

Klaster Destinasi Wisata

Klaster pertama adalah daya tarik wisata yang ada di Raja Ampat. Nantinya akan ada 10 daya tarik wisata yang ditampilkan, seperti Painemo, Arborek, Pantai Timbul, dan Kalibiru.

Keindahan pasir timbul Urun, Kampung Yansawai, Pulau Batanta, di kawasan Raja Ampat. Ketika air pasang daratan ini akan menjadi pulau tersendiri, sedangkan saat surut ia akan terlihat panjang menyatu dengan Pulau Batanta. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Keindahan pasir timbul Urun, Kampung Yansawai, Pulau Batanta, di kawasan Raja Ampat. Ketika air pasang daratan ini akan menjadi pulau tersendiri, sedangkan saat surut ia akan terlihat panjang menyatu dengan Pulau Batanta.

“Kemudian kita juga ajak masyarakat untuk menikmati pesona burung surga cendrawasih di Kelompok Tani Hutan Warkesi yang ada di Hutan Waigeo Raja Ampat,” tutur Yusdi.

Raja Ampat juga dikenal dengan daya tarik aktivitas menyelam yang sangat menarik. Menurut Yusdi, peson bawah laut Raja Ampat juga pasti akan ditampilkan.

Baca juga: Berenang di Kalibiru Raja Ampat, Airnya Bisa Langsung Diminum

Geowisata di Raja Ampat, imbuh dia, sedang sangat berkembang dan akan ditampilkan di beberapa sesi.

“Kita berharap ini juga akan mengobati kerinduan orang yang sangat suka dengan landskap Raja Ampat,” ujar Yusdi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X