Kompas.com - 12/12/2020, 08:08 WIB
British Council, organisasi internasional dari Inggris untuk kebudayaan dan pendidikan akan menyelenggarakan kembali pameran pendidikan dan karier yang bertajuk ?Study UK Fair and Career Day 2020? di Hotel Ayana Midplaza pada tanggal 7 Maret 2020. Dok. British CouncilBritish Council, organisasi internasional dari Inggris untuk kebudayaan dan pendidikan akan menyelenggarakan kembali pameran pendidikan dan karier yang bertajuk ?Study UK Fair and Career Day 2020? di Hotel Ayana Midplaza pada tanggal 7 Maret 2020.

KOMPAS.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa kegiatan MICE 2021 akan banyak pameran terkait pendidikan.

“Jumlah mahasiswa Indonesia ke luar negeri itu 47.000 orang. Peluang bagus, 2021 diperkirakan banyak yang lakukan pameran pendidikan (ke luar negeri),” katanya.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam webinar Harian Kompas bertajuk “The Comebak Plan of MICE For 2021”, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Telah Batalkan 234 Acara MICE di Singapura

Bhima melanjutkan, negara yang paling diincar pelajar dari Indonesia adalah Australia, Malaysia, Amerika, Inggris, dan Jepang.

Apabila pameran pendidikan diselenggarakan pada 2021 secara langsung, kelima negara tersebut ada kemungkinan yang akan dicari para orangtua untuk menanyakan informasi edukasi di negara-negara tersebut.

Pameran nyata lebih diincar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bhima, pameran yang diadakan secara langsung lebih diincar lantaran orangtua merasa kurang puas bertanya hal-hal yang spesifik pada pameran virtual.

“Golongan menengah ke atas, untuk cari informasi terkait prospek pendidikan, lebih memilih untuk bertemu langsung dengan perwakilan dari universitas,” imbuh dia.

Menurut Bhima, sejumlah informasi tersebut tidak bisa didapatkan hanya sekadar melihat dari situs resmi, atau lewat pertemuan virtual.

Baca juga: Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali

Sama halnya dengan sektor pendidikan, sektor properti pun dirasa membutuhkan kontak secara langsung dibanding dengan virtual terkait informasi yang dibutuhkan.

Terlebih, informasi seputar cicilan rumah mungkin akan dicari banyak masyarakat di Indonesia.

Ilustrasi pameran properti.Arimbi Ramadhiani Ilustrasi pameran properti.

“Pameran virtual terkait properti, calon konsumen kurang puas untuk bertanya terlebih soal hal-hal spesifik karena kebutuhan setiap orang berbeda. Misalnya skema KPR,” tuturnya.

Jika peserta kegiatan MICE tersebut datang secara langsung, mereka bisa langsung menanyakan hal-hal personal kepada para staf dari bank yang turut hadir dalam pameran.

“Tidak bisa diganti dengan virtual. Misal ada pameran virtual dihadiri 200 orang, pertanyaan akan relatif lebih umum dan mereka sering kali sungkan untuk bertanya yang personal,” ucap Bhima.

Ada simulasi sebelum gelar pameran

Deputi Hubungan Pemerintahan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Ndang Mawardi mengatakan, jika pameran hendak dilaksanakan secara langsung, pelaku MICE wajib menerapkan protokol kesehatan.

Selain langkah-langkah yang ada dalam pedoman CHSE untuk MICE, juga pelacakan dan pembentukan tim Satgas Covid-19 yang menurutnya adalah hal wajib dalam setiap acara.

Baca juga: 5 Cara Pulihkan Industri MICE Indonesia

“Itu faktor yang dikoordinasi dengan venue masing-masing. Lakukan simulasi, tunjukan dan ajak Satgas-19 kota atau provinsi untuk lihat bagaimana (pameran) bisa dilakukan,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Dia melanjutkan, dengan langkah tersebut, para pelaku MICE dapat meyakinkan pemangku kepentingan bahwa kegiatan tersebut aman dilakukan selama new normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.