Kompas.com - 19/01/2021, 17:05 WIB


KOMPAS.com – Taman Nasional (TN) Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tetap membuka operasional kunjungan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, 11–25 Januari 2021.

Untuk melakukan kunjungan ke sana, ada beberapa aturan dan larangan yang harus dipatuhi para wisatawan agar bisa berkunjung dengan tertib, aman, dan nyaman.

Baca juga: Wisata ke Taman Nasional Alas Purwo, Bisa ke Mana Saja?

Berikut ini 7 aturan saat berkunjung ke Alas Purwo Banyuwangi:

1. Jam buka terbatas

Selama pandemi Covid-19, TN Alas Purwo membatasi jam operasional wisata, yakni mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

2. Jumlah maksimal kapasitas wisatawan

Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I TN Alas Purwo Probo Wresni Aji, saat ini TN Alas Purwo masih membatasi jumlah kunjungan wisatawan menjadi hanya 500 orang per hari.

Namun, TN Alas Purwo tidak memberlakukan sistem buka tutup. Pasalnya sejak dibuka kembali selama new normal pada pertengahan 2020, pihaknya tidak pernah menerima jumlah pengunjung hingga 500 orang atau lebih dalam sehari.

Banteng di Padang Savana blok Sadengan Taman Nasional Alas Purwo BanyuwangiKOMPAS.COM/Ira Rachmawati Banteng di Padang Savana blok Sadengan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi

Untuk Savana Sadengan pun kapasitasnya tetap terbatas, yakni maksimal 50 wisatawan di dalam kawasan tersebut dengan sistem buka tutup.

“Sirkulasi pengunjung di TN Alas Purwo lancar. Dan rata-rata waktu pengunjung paling lama dua jam, sehingga tidak sampai ada penumpukan pengunjung,” kata Probo pada Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

3. Beberapa kawasan wisata ditutup

Beberapa kawasan wisata yang terdapat di TN Alas Purwo juga masih ditutup untuk sementara. Kawasan wisata tersebut termasuk semua kawasan goa mencakup Goa Istana, Padepokan, dan Mayangkoro.

“Untuk mencegah penularan, yang ke goa banyak dari mana-mana. Area goa juga bukan area terbuka,” kata pihak TN Alas Purwo saat dikonfirmasi via Instagram @tnalaspurwo oleh Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Wisata ke TN Alas Purwo, Tidak Pakai Masker Dilarang Masuk

Penutupan tersebut dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Untuk menghindari kerumunan dan risiko penularan, bisa jadi kawasan tersebut akan ditutup hingga darurat Covid-19 selesai.

Selain kawasan goa, penginapan Trianggulasi juga untuk sementara masih ditutup.

4. Jaga protokol kesehatan

Selanjutnya, wisatawan yang akan masuk ke TN Alas Purwo harus melengkapi dan melakukan protokol kesehatan yang berlaku.

Pertama, tentu saja melalui pemeriksaan suhu tubuh saat akan masuk ke kawasan TN Alas Purwo. Jika suhu tubuh wisatawan di atas 37,5 derajat celsius, maka kunjungan harus ditunda.

Kemudian, wisatawan juga wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum membayar tiket. Melakukan jaga jarak minimal 1,5 meter, dan wajib menggunakan masker.

Salah satu situs bersejarah di Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Salah satu situs bersejarah di Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Aturan menggunakan masker ini diterapkan dengan cukup tegas oleh pengelola TN Alas Purwo.

“Banyak juga yang tidak betah memakai masker, tapi kami tetap mengingatkan, baik langsung didatangi petugas dan melalui pengeras suara,” ujar Probo.

5. Tunjukkan hasil negatif Covid-19

Wisatawan luar Banyuwangi perlu membawa surat bukti hasil negatif Covid-19 dengan metode rapid test antigen, rapid test antibodi, atau RT-PCR. Nantinya, surat bukti tersebut akan diperlihatkan di petugas yang berjaga di loket.

6. Unduh aplikasi Peduli Lindungi

Probo juga menyarankan wisatawan untuk mengunduh aplikasi Peduli Lindungi dan membawa surat pernyataan bertanggung jawab dengan materai Rp 6.000 sebelum berkunjung ke TN Alas Purwo.

7. Larangan di daerah konservasi

Selain beberapa aturan tersebut, ada pula beberapa larangan lain yang berlaku khusus di daerah konservasi seperti TN Alas Purwo ini.

Di antaranya adalah mengambil tumbuhan, membawa kabur satwa, dan berburu. Selain itu, khusus untuk di Savana Sadengan tidak diperkenankan untuk menerbangkan drone.

Baca juga: 4 Wisata Alam di Banyuwangi, dari Kawah Ijen hingga Alas Purwo

Pasalnya, keberadaan drone akan sangat mengganggu satwa yang berada di Savana Sadengan. Satwa biasanya akan lari ketika ada drone.

Hal tersebut bisa mengganggu aktivitas wisata pengunjung lainnya, sehingga mereka tidak bisa melihat satwa di Savana Sadengan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.