PPKM Diperpanjang, Tidak Ada Syarat Berwisata ke Kota Malang

Kompas.com - 25/01/2021, 15:03 WIB
Wahana bunga di Batu Love Garden, Jatim Park Group di Kota Batu pada 28 Desember 2020 lalu. KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWahana bunga di Batu Love Garden, Jatim Park Group di Kota Batu pada 28 Desember 2020 lalu.

MALANG, KOMPAS.com - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang resmi diperpanjang.

Kota Malang dan dua daerah lainnya di Malang Raya menjadi daerah prioritas pelaksanaan PPKM jilid 2 oleh pemerintah pusat.

Hal itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 2 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Meski begitu, wisatawan masih bisa berkunjung ke Kota Malang. Tidak ada persyaratan bagi wisatawan yang akan menuju ke Kota Malang.

Baca juga: Selama PPKM, Okupansi Hotel Tertinggi di Kota Malang Hanya 20 Persen

"Daerah tidak mengatur itu (persyaratan bagi wisatawan saat PPKM)," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang Nur Widianto kepada Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Ia melanjutkan bahwa jika mengacu pada SE Wali Kota Malang yang sebelumnya terkait dengan PPKM 1, maka tidak ada aturan tentang wisatawan. 

PPKM di Kota Malang

Akan tetapi, wisatawan tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi aturan PPKM di Kota Malang yang sedang berlangsung.

Salah satunya adalah mematuhi pemberlakuan jam operasional selama PPKM, yakni maksimal pukul 20.00 WIB.

Ilustrasi kota Malang.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ilustrasi kota Malang.

"Masih bisa ke Kota Malang. Bisa menikmati kuliner Kota Malang. Tapi begitu bicara kaitannya dengan aktivitas di atas pukul 20.00 WIB, itu yang harus menyesuaikan dengan kondisi PPKM yang ada," katanya.

Sementara itu, sesuai Instruksi Mendagri terkait PPKM, seluruh tempat wisata wajib menerapkan pembatasan kunjungan, yakni 25 persen dari total kapasitas.

Baca juga: NK Cafe Malang, Wedding Outdoor dengan Pemandangan Sawah dan Gunung

"Yang dipedomani adalah Instruksi Mendagri, karena itu yang menjadi pedoman. Kuota 25 persen," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X