Kompas.com - 28/01/2021, 21:01 WIB
Pertunjukan permainan Angklung Padaeng milik Daeng Soetigna, seseorang yang dijuluki sebagai Bapak Angklung Indonesia di Saung Angklung Udjo, Bandung, Kamis (16/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianPertunjukan permainan Angklung Padaeng milik Daeng Soetigna, seseorang yang dijuluki sebagai Bapak Angklung Indonesia di Saung Angklung Udjo, Bandung, Kamis (16/1/2020).


KOMPAS.com – Saung Angklung Udjo merupakan salah satu tempat wisata populer di Kota Bandung yang kerap dikunjungi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

Selama masa pandemi Covid-19 ini, Saung Angklung Udjo tentu saja mengalami dampak yang sangat berat. Salah satunya karena terjun bebasnya jumlah kunjungan wisatawan ke sana.

Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan bahwa saat ini Saung Angklung Udjo memang masih buka.

Hanya saja, tidak ada pertunjukkan reguler yang digelar untuk aktivitas wisatawan yang datang.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Bandung yang Buka

“Saat ini, kondisinya kita tidak buka untuk pertunjukkan. Bisa berkunjung, tapi tidak seperti biasa. Kan kita ada pertunjukkan reguler biasanya, tapi sekarang tidak ada itu,” kata Taufik saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/1/2021).

Wisatawan yang datang langsung ke Saung Angklung Udjo saat ini hanya bisa menikmati venue dan mungkin membeli suvenir khas Saung Angklung Udjo.

Seperti dilansir dari Antara, Taufik mengatakan bahwa aktivitas bisnis pariwisata di sana memang cukup terpuruk.

Bahkan, cukup sering dalam satu pekan tempat tersebut hanya dikunjungi tidak lebih dari 20 orang.

Arumba, salah satu pertunjukan dalam Angklung Pride 6 di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA Arumba, salah satu pertunjukan dalam Angklung Pride 6 di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

“Bahkan tamunya pernah ibu, bapak, dan anak kecil tiga orang, kemudian pemain 30 orang,” kata Taufik di Bandung, Jumat (22/1/2021).

Padahal, dalam kondisi normal, Saung Angklung Udjo mampu menarik pengunjung hingga 2.000 orang per hari.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Saung Angklung Udjo Terancam Bangkrut

Menurut Taufik, banyak wisatawan yang merasa enggan berkunjung karena harus melengkapi syarat protokol kesehatan yang ketat.

Belum lagi, mayoritas pengunjung Saung Angklung Udjo adalah pelajar dan wisatawan yang pergerakannya sangat dibatasi saat ini.

90 persen pegawai dirumahkan

Untuk bisa bertahan, Taufik mengatakan bahwa kini pihaknya telah mengambil keputusan untuk merumahkan sekitar 90 persen atau kurang lebih 600-an orang komponen pegiat wisata di Saung Angklung Udjo sejak awal pandemi.

Mereka adalah pekerja yang bekerja secara langsung di sana, mulai dari pelaku seni pertunjukan, perajin angklung, dan kru pendukung.

Para murid Saung Angklung Udjo memainkan lagu Bohemian   Rhapsody dari Queen yang sejatinya sulit dimainkan dengan angklung.KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Para murid Saung Angklung Udjo memainkan lagu Bohemian Rhapsody dari Queen yang sejatinya sulit dimainkan dengan angklung.

Jika dijumlah bersama para supplier dan pekerja acara lainnya, bisa mencapai sekitar 1.000 orang yang terdampak.

Keputusan merumahkan pegawai ini, kata Taufik, tidak berarti berupa pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Itu tidak di-PHK. Beda banget itu PHK sama dirumahkan. Kalau PHK itu kan diputuskan. Kalau dirumahkan artinya kan sepanjang belum ada aktivitas, bisa work from home gitu, macam-macam,” ujar dia.

Adakan wisata virtual

Selain merumahkan pegawai, pihak Saung Angklung Udjo juga berusaha untuk tetap menarik minat masyarakat terhadap aktivitas wisata budaya di Saung Angklung Udjo. Salah satu caranya adalah melalui pengadaan wisata virtual.

Namun sayangnya sejak diluncurkan sekitar satu bulan ke belakang, belum banyak masyarakat yang menunjukkan minatnya untuk mendaftar wisata virtual ini.

Wisata virtual ini mengusung tema edukasi seni budaya khas Saung Angklung Udjo yang dikemas secara kekinian dan digital, sehingga bisa dinikmati bersama keluarga di rumah.

Baca juga: Saung Angklung Udjo, Nonton Wayang Golek sampai Belajar Angklung

Ada beberapa sajian pertunjukkan khas Saung Angklung Udjo yang bisa dinikmati, di antaranya adalah:

  • Workshop Angklung, pengunjung bisa melihat rangkaian proses membuat angklung.
  • Pertunjukkan Helaran dengan tema “Kaulinan Budak Lembur”.
  • Calung mini dan angklung mini.
  • Angklung Massal Nusantara yang akan menampilkan 7 lagu dan tarian dari Sabang sampai Merauke.
  • Interaktif angklung live virtual (opsional) dengan menggunakan angklung.
  • Arumba Cilik Udjo, sebuah penampilan band bambu yang akan membawakan lagu populer.
  • Menari bersama dengan membawakan lagu populer nusantara sebagai sajian penutup wisata virtual.

Paket wisata virtual dan interaktif angklung tersebut dibanderol dengan harga Rp 80.000 per pax sudah termasuk angklungnya, belum termasuk ongkling angklung yang bisa dikirimkan ke seluruh Indonesia.

Jadwalnya sendiri tergantung dengan permintaan pendaftar. Jumlah minimal peserta adalah 30 orang. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, bisa menghubungi WhatsApp +6282182821200.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X