Kompas.com - 14/06/2021, 15:15 WIB
Indra (24) memanggul karung beras yang disebut dalam bahasa setempat Ampa Fare di halaman Uma Lengge di Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (31/3/2017). Uma Lengge yang merupakan lumbung-lumbung padi ini miliki banyak nilai kearifan lokal mulai sistem ketahanan pangan hingga mitigasi bencana bagi warga yang diwariskan sejak ratusan tahun. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOIndra (24) memanggul karung beras yang disebut dalam bahasa setempat Ampa Fare di halaman Uma Lengge di Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (31/3/2017). Uma Lengge yang merupakan lumbung-lumbung padi ini miliki banyak nilai kearifan lokal mulai sistem ketahanan pangan hingga mitigasi bencana bagi warga yang diwariskan sejak ratusan tahun.

 

KOMPAS.com – Baru-baru ini, Desa Wisata Maria di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menjadi sorotan.

Sebab, desa ini sempat dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Atta Halilintar pada Minggu (13/6/2021).

Melansir Kompas.com, Senin (14/6/2021), Sandiaga mengatakan bahwa desa tersebut memiliki pesona yang terletak pada wisata adat budayanya, yakni Uma Lengge.

Baca juga: Maria, Desa Wisata di Bima NTB yang Memiliki Banyak Daya Tarik

Adapun, Uma Lengge adalah bangunan tradisional Suku Mbojo yang mendiami wilayah yang kini masuk dalam Kecamatan Wawo.

Namun selain itu, apa saja fakta menarik seputar Uma Lengge? Berikut Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (14/6/2021):

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Bangunan tradisional sejak dulu kala

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi menuturkan dalam keterangan resminya, Senin, bangunan lumbung kayu beratap ilalang tersebut merupakan peninggalan tempo dulu.

2. Punya arti di balik namanya

Mengutip Kompas.id, Senin (14/10/2019), Uma Lengge memiliki arti di balik namanya. Uma artinya adalah rumah, sementara Lengge artinya segitiga atau mengerucut.

3. Bentuk bangunan didesain agar tahan gempa bumi

Uma Lengge dibangun dengan bentuk tertentu untuk menghindari binatang liar dan agar tetap kuat saat terjadi gempa bumi.

Baca juga: Rencana NTB Kembangkan 99 Desa Wisata Secara Bertahap

4. Bangunan yang penuh dengan filosofi

Ketua Lembaga Adat Desa Maria tahun 2019, Hasan Abubakar (81), menjelaskan bahwa terdapat filosofi tersendiri dalam tradisi Uma Lengge.

Tidak hanya budaya menyimpang pangan di dalam lumbung, namun masyarakat juga ditabukan mengambil pangan dari sana lebih dari dua kali dalam seminggu.

Hasan mengungkapkan bahwa filosofi tersebut mengajarkan warga setempat untuk berhemat.

“Lumbung tak boleh kosong. Kata orang tua, tak baik jika sampai kosong. Pesan itu menyiratkan bahwa kita tidak boleh serakah,” tuturnya kepada Tim Ekspedisi Wallacea Harian Kompas saat berkunjung ke Desa Maria pada 17 Juli 2019.

5. Jadi tempat tinggal dan lumbung padi

Dalam keterangan pers yang diberikan oleh Kemenparekraf, Sandiaga mengatakan bahwa bangunan tradisional Suku Mbojo ini dulunya digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat setempat, dan sebagai lumbung padi.

Uma Lengge (rumah adat) di Desa Wisata Maria, Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/6/2021).TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma Uma Lengge (rumah adat) di Desa Wisata Maria, Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/6/2021).

6. Masih digunakan jadi lumbung padi

Yusron mengungkapkan, meski merupakan peninggalan dulu kala, Uma Lengge masih difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan hasil pertanian.

Seorang anggota Suku Mbojo bernama Jota Karim sempat memperlihatkan beberapa jenis biji-bijian yang tersimpan di dalam Uma Lengge miliknya.

Baca juga: Mengintip Proses Memerah Susu Kuda Liar di Bima NTB, Seperti Apa?

Selain padi, ada juga sorgum, jawawut, dan jagung. Sebagian biji-bijian ada yang digantung, ada juga yang bulirannya disimpan di dalam karung plastik.

“Ini warisan turun-temurun. Memiliki lumbung menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkap dia.

7. Ditetapkan jadi cagar budaya

Yusron mengatakan, Uma Lengge yang disanjung oleh Sandiaga merupakan peninggalan tempo dulu yang masih dijaga hingga kini.

“Uma Lengge sudah menjadi cagar budaya Kabupaten Bima yang tetap dilestarikan,” ujar dia.

Bahkan, Sandiaga menuturkan, daya tarik wisata budaya seperti bangunan tersebut sangat langka lantaran bernilai sejarah yang tinggi.

“Ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur Suku Mbojo, yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata,” jelas dia.

8. Warisan turun-temurun

Pada 2019, Tim Ekspedisi Wallacea Harian Kompas mencatat bahwa Desa Wisata Maria memiliki hampir 100 Uma Lengge di sana.

Adapun, lumbung tersebut merupakan warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi. 

Baca juga: Setelah Work From Bali, Bakal Ada Work From Lombok dan Labuan Bajo?

9. Ada tradisi untuk menyimpan hasil panen

Masyarakat Desa Maria memiliki sebuah tradisi upacara bernama Ampa Fare atau tradisi syukuran setelah panen usai. Tradisi ini diyakini telah berlangsung sejak abad kedelapan.

“Ampa Fare itu syukuran yang diselenggarakan setelah panen usai. Nah, dalam upacara itu, hasil panenan dinaikkan bersama-sama ke dalam Uma Lengge,” jelas Jota.

Sawah di desa tersebut bertipe sawah tadah hujan. Hal ini membuat para petani di sana hanya bisa panen sekali dalam setahun.

Supaya warga tidak kekurangan pangan, Ampa Fare menjadi tradisi penyelamat dari bencana kelaparan.

“Setelah panen tiba, saya akan sisihkan setidaknya dua pertiga dari hasil panen untuk disimpan di Uma Lengge,” imbuh Jota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

Travel Tips
Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Travel Update
Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.