Kompas.com - 19/07/2021, 16:26 WIB
Penumpang kereta api berjalan setibanya dari Solo, Jawa Tengah di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menyampaikan, arus kedatangan penumpang yang menggunakan kereta api jarak jauh masih terpantau kondusif di Jakarta pada Senin (17/5/2021), volume kedatangan di Stasiun Pasar Senen berkisar 5.000 penumpang, sedangkan untuk Stasiun Gambir berkisar 3.500 penumpang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang kereta api berjalan setibanya dari Solo, Jawa Tengah di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menyampaikan, arus kedatangan penumpang yang menggunakan kereta api jarak jauh masih terpantau kondusif di Jakarta pada Senin (17/5/2021), volume kedatangan di Stasiun Pasar Senen berkisar 5.000 penumpang, sedangkan untuk Stasiun Gambir berkisar 3.500 penumpang.

 

KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatasi perjalanan KA Jarak Jauh selama PPKM Darurat yang telah diberlakukan sejak 3 Juli 2021.

Menurut keterangan pers yang Kompas.com terima, Senin (19/7/2021), pembatasan perjalanan KA Jarak Jauh dilakukan dengan melakukan pembatasan sementara KA Jarak Jauh keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

“Setiap harinya, hanya sekitar empat sampai dengan lima KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir per harinya,” kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa.

Baca juga: Idul Adha, KA Jarak Jauh Daop 1 Jakarta Hanya Layani Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal

Sementara untuk Stasiun Pasar Senen, hanya sekitar lima sampai enam KA Jarak Jauh saja yang diberangkatkan per harinya.

“Jumlah KA Jarak Jauh tersebut dikurangi dari jumlah keberangkatan KA reguler yang dioperasikan pada masa pandemi sebelum PPKM Darurat,” sambung dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun, selama masa pandemi sebelum PPKM Darurat, biasanya jumlah KA Jarak Jauh yang beroperasi adalah delapan hingga 10 setiap harinya pada dua stasiun tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah KA yang beropasi di masa pandemi hanya sekitar 40 persen dari program jumlah KA atau yang diberangkatkan pada masa sebelum pandemi.

Jika ingin menggunakan KA Jarak Jauh, Eva mengimbau agar seluruh calon penumpang berada dalam kondisi sehat seperti tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam.

“Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius, serta memakai masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut,” tutur Eva.

Baca juga: KA Batara Kresna hingga Prameks Kini Hanya untuk Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal

Selain itu, jika mendapati diri memiliki gejala infeksi Covid-19, PT KAI telah menyediakan ruang isolasi baik di atas KA maupun di area stasiun guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun juga tersedia dan berfungsi dengan baik pada setiap sudut stasiun dan di atas KA.

“Dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta, seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali,” pungkas dia.

Informasi perjalanan KA dapat diketahui melalui saluran resmi milik PT KAI (Persero) diantaranya aplikasi KAI Access, website resmi kai.id, Contact Center 121 line (021)121, Layanan pelanggan cs@kai.id dan Sosial media @keretaapikita @kai121.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Travel Update
9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X