Kompas.com - 29/08/2021, 16:31 WIB

 

KOMPAS.com – Hotel-hotel Accor Indonesia di Jawa Tengah dan Yogyakarta bekerja sama dengan beragam pelaku UMKM untuk membantu perekonomian salah satu sektor pariwisata tersebut.

“Kegiatan kemitraan hotel di Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan UMKM, baik yang dikurasi bersama Smesco dan UMKM lokal, seperti penyediaan ruang pameran dan etalase di hotel sudah diimplementasi,” tutur Senior Vice President Operations and Government Relation Accor Indonesia Malaysia, Adi Satria.

Baca juga: Produk UMKM Jawa Tengah dan Yogyakarta Hadir di Hotel-hotel Grup Accor

Hal tersebut dikatakan olehnya dalam konferensi pers virtual bertajuk “Kolaborasi Pengembangan UMKM Indonesia di Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta oleh Kementerian Koperasi dan UKM & Grup Perhotelan Accor”, Jumat (27/8/2021).

Sebagai informasi, kerja sama antara Accor Indonesia dengan pelaku UMKM sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

Namun melalui The Phoenix Hotel Yogyakarta–MGallery Collection, jaringan hotel tersebut melanjutkan kerja sama dengan Smesco untuk mendukung pengembangan, perekonomian, dan pemulihan UMKM pada dua daerah tersebut.

Baca juga: Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Produk-produk UMKM asli Jawa Tengah dan Yogyakarta akan dikurasi untuk ditampilkan di spot-spot utama hotel dalam dua daerah tersebut.

ilustrasi kue talam ubi merah. SHUTTERSTOCK/SiskaiPey ilustrasi kue talam ubi merah.

Lantas, apa saja produk UMKM lokal yang dapat ditemui di hotel-hotel milik Accor Indonesia? Berikut Kompas.com rangkum, Jumat:

1. Makanan favorit Sultan Hamengkubuwono VIII

General Manager Novotel Suites Yogyakarta Malioboro Novi Susanto mengatakan, pihaknya menyajikan makanan yang disebut-sebut sebagai kesukaan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII kepada para tamu.

Baca juga: Itinerary Wisata Candi di Jogja, Jelajah 3 Hari 2 Malam

“Kita kerja sama dengan para supplier, UMKM ini, ada salah satu (makanan) andalan dari kita materialnya dari singkong. Ini favorit Sultan Hamengkubuwono kedelapan,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Dia melanjutkan, hidangan kesukaan sultan tersebut memiliki tekstur yang lembut, serta rasa yang manis dan gurih.

Baca juga: Itinerary 3 Hari 2 Malam di Yogyakarta, Ada Lava Tour Merapi

2. Jajanan tradisional

Selain makanan kesukaan Sultan Hamengkubuwono VIII, Novie menuturkan bahwa pihaknya juga menyajikan jajanan tradisional, seperti lumpia, lapis beras, talam ubi, dan putri mandi.

Meski seluruh hidangan di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro berasal dari pengusaha UMKM Yogyakarta, Novie mengungkapkan bahwa mereka juga memanfaatkan pengusaha UMKM Semarang dalam penyajian lumpia.

Ilustrasi jamu kunyit asam. Dok. Shutterstock/Tantri Setyorini Ilustrasi jamu kunyit asam.

3. Boneka burung hantu

Novotel Suites Yogyakarta Malioboro merupakan salah satu hotel yang cocok untuk anak-anak. Sembari menginap di sana, mereka bisa membeli boneka burung hantu untuk bermain.

“Kita juga kerja sama dengan UMKM baru, Dunia Boneka. Kita punya ikon burung hantu, kesukaan anak-anak dan dibikin di Jogja,” ujar Novi.

Baca juga: Tingkatkan Imun Cegah Corona, Ini Ragam Jamu Khas Indonesia

4. Jamu tradisional

Selain jajanan tradisional seperti lumpia, putri mandi, dan makanan kesukaan Sultan Hamengkubuwono VIII, produk UMKM lokal yang bisa ditemukan di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro adalah jamu tradisional yang disajikan saat makan pagi.

5. Hidangan dari bahan pangan lokal

Seorang chef dari Novotel Yogyakarta mengatakan, tamu yang menginap di hotel itu akan dihidangkan makanan yang seluruh bahan pangannya diambil dari para petani setempat.

“Kopi Menoreh Mbak Mar, kita pergi ke sana memetik bijinya. Kemudian dari beras, itu dapat dari petani lokal di Dusun Nanggulan, Desa Sendang, Kecamatan Minggir, Sleman,” tuturnya.

Ilustrasi sayur asem jawa. SHUTTERSTOCK/ Gandi Purwandi Ilustrasi sayur asem jawa.

Sementara untuk telur, mereka mendapatkannya dari UMKM Endog Sehat. Kemudian rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan lain-lain didapat dari UMKM Argo Mandiri dan Rahayu.

Untuk krecek mereka mendapatkannya dari pengolahan kulit di Muntilan, sementara nangka didapat langsung dari perkebunan di Wates.

“Kami bekerja sama dengan enam UMKM dan lima petani lokal di Yogyakarta. Kami jamin makanan kami berkualitas dan sehat,” ujar chef tersebut.

Baca juga: Mendaki Gunung Prau? Coba Lewat Jalur Baru dari Dusun Wates

General Manager Novotel Semarang dan ibis Budget Semarang Dodit Nindyo Hapsoro mengatakan, pihaknya juga memanfaatkan UMKM lokal untuk kebutuhan pangan.

Untuk Novotel Semarang sendiri, mereka sudah bekerja sama dengan 16 pelaku UMKM untuk kebutuhan pokok seperti telur, daging, ikan, beras, buahn-buahan, dan sayuran.

Selain itu mereka juga kerja sama untuk kebutuhan pendukung seperti biji-biijan, jagung, kacang, dan bubuk kopi.

6. Minuman dari produk lokal

General Manager The Royal Surakarta Heritage, Novotel Solo, dan ibis Styles Solo Toat Edi Wijaya mengungkapkan, tamu-tamu yang menginap di salah satu hotel akan menemukan salah satu kopi lokal khas Jawa Tengah.

Baca juga: Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

“Kita gunakan untuk sarapan ada kopi lokal khas Jawa Tengah, ini Kopi Salem paling cocok dipakai saat sarapan. Kemudian ada teh Kemuning asli Solo, dan beberapa varian yang masuk dalam menu ala carte kita,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Sama halnya dengan di tiga hotel tersebut, tamu yang berkunjung ke Novotel Semarang dan ibis Budget Semarang juga akan menemui Kopi Salem di etalase area lobi.

Jangan jadikan jus sebagai satu-satunya sumber sayur dan buah. Makanan segar yang kita konsumsi langsung tidak boleh ditinggalkan meskipun sudah mengonsumsi jus.FREEPIK/AZERBAIJAN_STOCKERS Jangan jadikan jus sebagai satu-satunya sumber sayur dan buah. Makanan segar yang kita konsumsi langsung tidak boleh ditinggalkan meskipun sudah mengonsumsi jus.

7. Buah dari petani lokal
General Manager ibis Yogyakarta Malioboro Nanang Sumardjono mengatakan, tamu yang menginap di hotelnya dapat menikmati buah dan sayuran yang berasal langsung dari UMKM lokal.

“Di sini produk yang kita dapat dari UMKM yang diberikan setiap hari saat sarapan,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Viral Flashmob di Yogyakarta, Uniknya Selasa Wage di Malioboro

8. Oleh-oleh khas daerah setempat

Oleh-oleh khas Yogyakarta seperti bakpia dan kripik asli bantul dapat ditemukan di ibis Yogyakarta Malioboro. Sebab, hotel itu telah bekerja sama dengan Dagelan Pusat Oleh-oleh Khas Jogja.

Untuk The Royal Surakarta Heritage, Novotel Solo, dan ibis Styles Solo, Toat tamu yang sudah berlangganan menginap di salah satu hotel akan diberi tas jenis clutch asli pengrajin setempat.

Baca juga: Dolan ke Solo, Jangan Lupa Lihat Kampung Batiknya

9. Layanan dan jasa untuk tamu

General Manager ibis Styles Yogyakarta Herman Tri Wuryanto dalam kesempatan yang sama mengatakan, produk UMKM Yogyakarta yang dapat ditemui di sana cukup berbeda.

“Beberapa bentuk kolaborasi kami yang sudah berjalan adalah penyediaan tempat untuk pameran, pembelian makanan tradisional bagi tamu, dan paket wisata untuk tamu,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager ibis Semarang Smipang Lima Wiwied Pujiono menuturkan, pihaknya memanfaatkan pelaku UMKM dalam bidang kriya.

Batik Semarang yang khas dengan warna cerahnya.DOK. SHUTTERSTOCK Batik Semarang yang khas dengan warna cerahnya.

“Ada beberapa UMKM yang kerja sama, (salah satunya untuk) pengadaan masker karyawan kami. Berasal dari UMKM Semarang juga,” ujarnya.

10. Camilan dari produk lokal

Di The Royal Surakarta Heritage, Novotel Solo, dan ibis Styles Solo, ada beberapa camilan yang disajikan untuk tamu VIP. Misalnya adalah egg roll.

Baca juga: Tradisi Perayaan Satu Suro di Pura Mangkunegaran Surakarta

“Saat mereka kembali, mereka minta ulang disiapkan hal yang sama, ini ada egg roll yang mereka suka. Klengkam khas Solo mereka cukup suka,” ungkap Toat.

Selanjutnya, ada camilan khas Solo bernama balung kethek yang menjadi camilan primadona di antara para pemimpin perusahaan yang kerap menginap di hotel-hotel tersebut.

11. Coffee Corner khusus kopi lokal Jawa Tengah

Saat berkunjung ke ibis Semarang Smipang Lima, Wiwied menuturkan bahwa tamu akan menemukan Coffee Corner di lobi yang didedikasikan untuk beragam kopi asli Jawa Tengah.

Baca juga: Itinerary Sehari di Kopeng Semarang, Bisa Kulineran dan Lihat Sunset

“Di Coffee Corner ini kami jual semua kopi lokal Jawa Tengah, dimana kami untuk ini difasilitasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah,” ungkap dia.

Lebih lanjut, sejauh ini spot kopi tersebut mendapat animo yang luar biasa dari tamu. Sebab menurut Wiwied, rasanya tidak kalah menarik dari kopi-kopi luar negeri.

“Coffee Corner menjadi maskot buat UMKM di ibis Semarang ini. Harapan sebagai pelaku pariwisata, ada kontribusi ke roda perekonomian UMKM,” sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.