Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rempah dan Potensi Wisata Kesehatan Indonesia yang Melimpah

Kompas.com - 03/09/2021, 14:02 WIB
Nabilla Ramadhian,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, Indonesia memiliki banyak potensi untuk semakin mengembangkan wisata kesehatan, salah satunya rempah.

“Rempah-rempah alami Indonesia bermanfaat untuk perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan, dan terapi,” kata Sandiaga dalam Grand Opening Indonesia Wellness Tourism International Festival 2021 secara virtual pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: 3 Daerah di Indonesia yang Digaungkan Jadi Destinasi Wisata Kesehatan

Menurut dia, meski wellness tourism atau wisata kesehatan Indonesia tertinggal dari negara lain, masyarakat tidak perlu berkecil hati.

itu karena Indonesia kaya akan alam dan budaya, sehingga justru harus membuat masyarakat semangat untuk bergerak bersama dalam mengembangkan wisata kesehatan di Tanah Air.

Wisata kesehatan dapat menjadi alternatif liburan selain solo traveling, tur virtual, dan staycation,” tutur dia.

Baca juga: Indonesia Wellness Tourism International Festival 2021 Tawarkan Program Spa di Rumah

Potensi yang melimpah, tapi...

Senada dengan Sandiaga, Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan tidak menampik bahwa Indonesia memiliki banyak potensi untuk mengembangkan wisata kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, berdasarkan analisis internal pihaknya, dia menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga kekuatan yang dimiliki Indonesia.

Baca juga: Wisata Kebugaran Berbasis Rempah, Apa Itu?

“Kami identifikasi ada tiga kekuata. Tapi, di masing-masing kekuatan ada kelemahan. Kekuatan pertama adalah Indonesia punya beragam rempah. Ini tidak bisa dipungkiri lagi, sejarah mencatat itu semua,” ujar Alex.

Semua bumbu rempah memiliki masa kedaluwarsa.Unsplash/Andrea Leon Semua bumbu rempah memiliki masa kedaluwarsa.

Meski demikian, lanjutnya, limpahan rempah Nusantara masih belum diangkat sebagai produk wisata kesehatan secara maksimal.

Menurut Alex, rempah-rempah Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai produk perawatan tubuh dan kecantikan, serta aroma terapi.

Baca juga: Rempah Indonesia Pernah Jadi yang Termahal di Dunia, 1 Pon Pala Setara 7 Sapi

Guna memaksimalkan potensi rempah sebagai produk wisata kesehatan, hal ini membutuhkan riset lebih lanjut dan andil dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mereka yang terlibat dalam asosiasi dan industri.

“Butuh reset and development, bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi rempah menjadi wisata kebugaran,” lanjut dia.

Pengetahuan lintas generasi soal keseimbangan tubuh

Kekuatan kedua yang dimiliki oleh Indonesia dalam wisata kesehatan adalah pengetahuan lintas generasi seputar keseimbangan tubuh.

“Leluhur Indonesia punya pengetahuan atas keseimbangan tubuh antara pikiran dan jiwa, salah satunya tercatat di relief Candi Borobudur,” ungkap Alex.

Baca juga: Wisata Jalur Rempah Indonesia, Apa Itu?

Selanjutnya, pengetahuan akan keseimbangan tubuh juga terdapat di naskah-naskah lontar di Bali dan manuskrip era Mataram Islam.

Meski sudah ada sejak dahulu kala, potensi ini menurut Alex kurang dikembangkan lantaran pengetahuan kesehatan secara menyeluruh (holistic wellness) Nusantara belum digunakan sebagai referensi pengembangan wisata kesehatan.

Baca juga: Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

“Pengetahuan holistic wellness belum sepenuhnya digunakan sebagai referensi. Belum mengangkat kearifan lokal, sejarah kita belum diangkat menjadi pengembangan wisata kesehatan,” jelas Alex.

Keragaman etnik dan produk spa yang beragam

Kekuatan terakhir yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan wisata kesehatan adalah keberagaman bumi, hayati, dan etnik yang menurut Alex sangat luar biasa.

Melansir Kompas.com, Jumat (19/6/2020), keberagaman etnik Indonesia berarti Nusantara memiliki suku bangsa dan budaya yang beragam mencakup rumah adat, pakaian adat, dan tarian adat.

Baca juga: 6 Aktivitas Wisata Kesehatan yang Bisa Dicoba di Ubud

Ketua Umum Wellness and Health Entrepreneur Association (WHEA) Agnes Lourda Hutagalung dalam kesempatan yang sama mengatakan, terdapat 15 etno-wellness yang sudah dirangkai.

“(Beberapa etno-wellness di Indonesia ada khas) Betawi, peranakan di pesisir Semarang, Jawa, kemudian Bali. Lalu dari NTT dengan (minyak) Cendananya, Batak, Minangkabau, Banjar, Dayak, Bugis, Minahasa, Maluku, dan Papua,” ujar Agnes.

Ilustrasi spa kakiphotosoup Ilustrasi spa kaki

Dalam pemberitaan Kompas.com, Kamis (22/3/2018), pada saat itu Agnes menjelaskan bahwa etno-wellness adalah perawatan spa yang digali dari budaya Indonesia.

Dirinya menjelaskan, etno-wellness terdiri dari penggunaan rempah, teknik pijatan, dan cara perawatan yang berbeda khas masing-masing daerah.

Baca juga: Wisatawan Indonesia Jadi Pasar Utama Wisata Kesehatan di Bali

Dalam pengembangan etno-wellness, Agnes yang sekaligus menjabat sebagai pemilik Gaya Spa Wellness menjelaskan, hal itu dilakukan dengan bantuan para ahli Antropologi.

“Potensi keberagaman bumi, hayati, dan etnis belum dimaksimalkan menjadi bagian dari pengemasan produk wisata kebugaran Indonesia,” pungkas Alex.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com