Kompas.com - 01/11/2021, 13:15 WIB

KOMPAS.com - Tawangmangu, Jawa Tengah, menjadi salah satu kawasan di Indonesia yang dikembangkan sebagai tujuan wellness tourism (wisata kebugaran) dan herbal tourism (wisata herbal).

Wellness tourism dan herbal tourism merupakan konsep pariwisata yang bertujuan meningkatkan kesehatan, kebugaran fisik, serta memulihkan kondisi spiritual dan mental wisatawan.

Penetapan Tawangmangu sebagai daerah tujuan herbal tourism dilandaskan pada kehadiran Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di kawasan tersebut.

Baca juga: Tawangmangu Jadi Destinasi Wisata Kesehatan di Indonesia

Selain itu, Tawangmangu juga memiliki tempat wisata yang menawarkan edukasi pada wisatawan terkait tanaman herbal dan obat.

Berikut ini adalah sejumlah tempat yang dapat mejadi tujuan herbal tourism di Tawangmangu:

Rumah Kaca Adaptasi dan Pelestarian Tanaman Obat

Rumah Kaca Adaptasi dan Pelestarian Tanaman Obat, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. b2p2toot.litbang.kemenkes.go.id Rumah Kaca Adaptasi dan Pelestarian Tanaman Obat, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. b2p2toot.litbang.kemenkes.go.id

B2P2TOOT mendirikan dua Rumah Kaca Adaptasi dan Pelestarian Tanaman Obat di kawasan Tawangmangu. Dua fasilitas tersebut menyimpan koleksi tanaman obat, di antaranya sirih merah, daun jinten, kencur jumbo, tabat barito, dan sambang darah. 

Dilansir dari situs resmi B2P2TOOT, masing-masing rumah kaca tersebut terletak di Desa Gondosuli dan Desa Kalisoro, Tawangmangu.

Rumah kaca yang berfungsi sebagai ruang pelestarian memiliki luas sekitar 102,12 meter persegi. Sedangkan ruang adaptasi memiliki luas 77,7 meter persegi.

Kedua rumah kaca tersebut terletak di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan 1.200 mdpl.

Baca juga: Itinerary Seharian Wisata di Tawangmangu dan Kemuning, Bisa River Tubing

Rumah Riset Jamu Hortus Medicus

Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. b2p2toot.litbang.kemenkes.go.id Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. b2p2toot.litbang.kemenkes.go.id

Rumah Riset Jamu Hortus Medicus terletak di Jalan Raya Lawu Km 11, Tawangmangu, Kalisoro, Karanganyar.

Klinik ini merupakan bentuk implementasi Peraturan Menteri Kesehatan mengenai Saintifikasi Jamu dalam Penellitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Berbeda dengan klinik pada umumnya, Klinik Saintifikasi Jamu ini menyediakan jamu sebagai pengganti obat.

Jamu yang disediakan dapat berupa kapsul atau rebusan, serta merupakan hasil racikan simplisia, serbuk, serta ekstra tanaman obat.

Baca juga: Meski Ada Penyekatan di Tawangmangu, Pemkab Karanganyar Tidak Batasi Domisili Wisatawan

Pengunjung tak perlu khawatir mengenai keamanan dari jamu yang disediakan, pasalnya tanaman obat tersebut telah diteliti keaman, mutu, dan khasiatnya.

Selain kunjungan pasien yang ingin berobat, klinik ini juga menerima permintaan dari dokter jejaring Saintifikasi Jamu.

Museum Jamu Hortus Medicus

Museum Jamu Hortus Medicus, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. b2p2toot.litbang.kemenkes.go.id Museum Jamu Hortus Medicus, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. b2p2toot.litbang.kemenkes.go.id

Museum Jamu Hortus Medicus menyediakan fasilitas, sarana, serta artefak jamu. Koleksi tersebut merupakan bentuk dari pelestarian, riset, komunikasi, serta sumber informasi dalam kerangka saintifikasi jamu.

Museum ini menyimpan beragam koleksi mulai dari atlas tumbuhan obat yang ada di Indonesia, peralatan produksi jamu tradisional, dan gambar pembuatan jamu.

Pengunjung juga bisa melihat bagan baku obat tradisional dan alat-alat pengobatan tradisional di Nusantara.

Museum ini terletak di satu kawasan dengan Klinik Saintifikasi Jamu, yaitu di Jalan Raya Lawu Km 11, Tawangmangu, Kalisoro, Karanganyar.

Pengunjung dapat mendatangi museum mulai pukul 07.00 sampai 11.30 WIB di hari Senin sampai Kamis.

Pada hari Jumat, pengunjung bisa datang mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB, sedangkan pada Sabtu dan Minggu museum ini tutup.

Baca juga: Wisata Bukit Sekipan Tawangmangu Mulai Uji Coba Buka Per 21 Agustus 2021

Rumah Atsiri Indonesia

Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. rumahatsiri.com Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah DOK. rumahatsiri.com

Rumah Atsiri Indonesia mulai menerima kunjungan wisatwawan sejak tahun 2018. Kawasan ini menawarkan sejumlah atraksi dan fasilitas seperti kebun tanaman atsiri, fasilitas laboratorium, rumah produksi, pusat pelatihan, restoran, toko dan butik.

Dilansir dari situs resmi Rumah Atsiri Indonesia, kawasan tersebut dulunya merupakan pabrik penyulingan minyak serai atau minyak citronella. Pabrik tersebut berdiri sejak tahun 1963.

Baca juga: Rumah Atsiri, Peninggalan Bung Karno yang Tak Banyak Diketahui

Saat ini, Rumah Atsiri Indonesa menjadi rumah dari beragam aktivitas yang berkaitan dengan edukasi ekstrasi minyak. Kawasan tersebut juga menjadi tempat penelitian, pengembangan, serta aktivitas produksi lainnya yang berkaitan dengan minyak atsiri.

Rumah Atsiri Indonesia terletak di jalan Watusambang, Prumbon, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Wisatawan bisa mengunjungi kawasan tersebut setiap hari mulai pukul 06.00 sampai 17.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.