Kompas.com - 21/11/2021, 11:27 WIB

Jejak peninggalan rawa di Museum Sangiran adalah berupa fosil kuda nil dan buaya. Sudah ada pula manusia purba yang ditemukan saat fase rawa, yakni Meganthropus Paleojavanicus.

“900.000 tahun yang lalu sering terjadi erupsi di pegunungan selatan bawah gamping, membentuk lapisan tanah yang keras sekali. Ini adalah masa transisi Sangiran mau masuk menjadi daratan,” sambung dia.

Ia melanjutkan, daratan baru terbentuk sekitar 730.000 tahun lalu saat sering terjadi letusan gunung api dari gunung-gunung sekitar Sangiran. Endapan letusan itu menjadikan Sangiran sebagai daratan.

Baca juga: Es Buto Ijo, Tersebar di Seluruh Sragen

“Fosil paling banyak ditemukan di sini. Ketika Sangiran masuk menjadi daratan, sumber makanan mulai banyak, tumbuhan, rumput, dan sebagainya. Manusia purba Homo Erectus paling banyak ditemukan di era ini,” tutur Santoso.

Jejak hewan purba di Sangiran

Setelah menjelaskan perjalanan Sangiran dari lautan sampai menjadi daratan, Kompas.com kemudian diarahkan oleh pemandu menuju koleksi fosil yang sudah dikelompokkan sesuai fase masing-masing.

Fosil-fosil, seperti kerang dan cangkang penyu dikelompokkan sendiri yang menunjukkan bahwa Sangiran dulunya sempat menjadi lautan.

Fosil Kerbau Purba di Museum Sangiran.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Fosil Kerbau Purba di Museum Sangiran.

Selanjutnya ada fosil hewan rawa, seperti buaya dan kuda nil yang dikelompokkan sendiri untuk menunjukkan bahwa fosil-fosil itu ditemukan saat Sangiran menjadi rawa.

Koleksi fosil selanjutnya adalah banteng purba, kancil purba, dan kerbau purba. Ada pula fosil harimau Jawa. Fosil-fosil ini disendirikan untuk menunjukkan bahwa Sangiran sudah menjadi daratan saat hewan-hewan itu ada.

Baca juga: Situs Kali Ngalang, Pantai Purba Jutaan Tahun Lalu di Gunungkidul

Ada pula peninggalan fosil-fosil hewan yang sudah punah, yakni Stegodon dan Mastodon. Keduanya merupakan nenek moyang Gajah.

Jejak peradaban manusia purba di Sangiran

Selain fosil hewan, fosil peradaban manusia purba juga ditampilkan di Museum Sangiran. Manusia purba yang fosilnya banyak ditemukan di Sangiran adalah Homo Erectus.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.