Kompas.com - 07/03/2022, 18:05 WIB

KOMPAS.com - Uji coba tanpa karantina dan penerapan Visa on Arrival (VoA) di Bali mulai hari Senin ini (7/3/2022), mendapat sambutan baik dari pelaku pariwisata. Salah satunya dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Sebagai informasi, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (5/3/2022), uji coba tanpa karantina dan layanan VoA bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Bali melalui perjalanan udara dan laut telah disetujui pemerintah pusat.

Saat dihubungi, Ketua Dewan Pengurus (DPD) ASITA Bali Putu Winastra mengatakan, aturan bebas karantina ini telah diperjuangkan oleh berbagai pihak sejak lama.

Baca juga:

"Dari ASITA Bali sangat menyambut baik kebijakan yang dibuat pemerintah pusat. Ini bagian dari perjuangan kami yang selama ini telah diperjuangkan baik dari pemerintah daerah, provinsi, bersama teman-teman stakeholders pariwisata," kata Winastra kepada Kompas.com, Minggu (6/3/2022).

Meski dalam regulasi saat ini belum terbit surat edaran secara resmi, ia meyakini bahwa surat keputusan yang mengatur pelaksanaan tersebut akan keluar secepatnya.

Tingkatkan pengawasan agar protokol kesehatan dan aturan membaik

Pantai Diamond di Nusa Penida, BaliShutterstock/Cocos.Bounty Pantai Diamond di Nusa Penida, Bali

Saat ini, Winastra menekankan pentingnya pengawasan dan kontrol terhadap aturan protokol kesehatan dengan baik, sehingga tidak ada penyebaran pandemi Covid-19 baru.

"Kami akan mengawal regulasi ini agar tidak berubah atau step back (mundur) ke belakang. Justru yang kami inginkan adalah moving forward, artinya bahwa kebijakan yang sudah diputuskan malah perlu ditingkatkan lagi," tegasnya.

Baca juga: 7 Tempat Glamping Bali dengan Pemandangan Alam yang Indah

Salah satunya, dalam kebijakan penerapan Visa on Arrival yang saat ini diterapkan kepada 23 negara.

Ia berharap, ke depannya semakin banyak negara-negara yang mendapatkan kesempatan serupa, sehingga wisatawan mancanegara (wisman) akan semakin antusias mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata.

Selain itu, ia juga memiliki harapan agar aturan masuk bagi PPLN semakin dilonggarkan.

Misalnya, jika wisman telah memperoleh booster, saat mereka tes PCR pertama dan hasilnya negatif, tidak perlu lagi melakukan tes PCR kedua. Artinya, mereka hanya perlu tes PCR sekali saat tiba di bandara, dan satu lagi saat akan pulang ke negara mereka.

Atau bahkan, tidak perlu lagi melakukan tes PCR karena sudah mendapat booster dari negaranya.

Baca juga: 3 Maskapai Penerbangan Rute Internasional Tiba Perdana di Bali

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.