Kompas.com - 07/03/2022, 13:08 WIB

KOMPAS.com - Program Langkawi International Travel Bubble, atau gelembung perjalanan internasional tanpa karantina, di Langkawi telah meningkatkan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke kepulauan di Malaysia tersebut.

Adapun Langkawi disebut sebagai satu-satunya pintu masuk wisatawan asing ke negara tersebut. 

"Sejak ada Program Langkawi International Travel Bubble mulai 5 November 2021, tercatat hingga 1 Maret 2022 sudah ada 5.752 wisatawan mancanegara ke Langkawi," kata Deputy Director Tourism Malaysia, Jakarta, Haryanty, dikutip dari Antara, Sabtu (5/3/2022).

Baca juga:

Ia melanjutkan, jumlah tersebut terdiri dari wisatawan asing yang berasal dari 99 negara, salah satunya Indonesia. 

Wisatawan asing asal Inggris menjadi yang paling banyak berkunjung ke Langkawi dengan jumlah 662 orang, lalu disusul oleh wisatawan asing asal Amerika Serikat (AS) sebanyak 494 orang. 

Sementara itu, terdapat 169 wisatawan nasional asal Indonesia yang melakukan perjalanan ke Langkawi. 

Kilim Geoforest Park di Langkawi, Malaysia.UNSPLASH/Abdulrhman Alkhnaifer Kilim Geoforest Park di Langkawi, Malaysia.

Kendati demikian, jumlah tersebut masih dinilai rendah jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19 melanda yang sekitar 1,2 juta hingga 1,5 jutaan wisatawan. 

Untuk rinciannya, pada tahun 2019, ada 1,53 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Langkawi. Namun, pada tahun 2020, jumlah tersebut terdampak cukup hebat oleh pandemi. 

"Tapi Pemerintah Malaysia sudah senang, ada tren peningkatan wisatawan mancanegara sejak Program Langkawi International Travel Bubble dijalankan," katanya. 

Baca juga:

Meski program tersebut membebaskan wisatawan asing dari karantina, lanjutnya, namun protokol kesehatan yang ketat masih terus diterapkan. 

Wisatawan asing wajib memperlihatkan hasil tes PCR yang berlaku dalam kurun waktu 48 jam, serta sudah memperoleh vaksinasi Covid-19 dosis kedua. 

Mereka juga wajib mempunyai tiket pergi-pulang, asuransi, serta membeli paket liburan dengan agen perjalanan yang sudah diizinkan oleh Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia (MOTAC). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.