Kompas.com - 28/05/2022, 07:09 WIB

KOMPAS.com – Ketika sedang berlibur, penting untuk memahami sedikit bahasa daerah setempat untuk memudahkan komunikasi saat berwisata. Salah satunya adalah memahami Bahasa Jawa.

Misalnya, ketika berbelanja oleh-oleh. Sering kali para penjual menawarkan barang dengan bahasa Jawa. 

Baca juga: 15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Biasanya proses tawar menawar barang akan lebih lancar dan bisa berhasil mendapatkan harga murah, jika pembeli bisa berbicara dalam bahasa Jawa. 

Jadi, buat orang luar Jawa ataupun orang Jawa Barat dan Jakarta yang tidak bisa berbahasa Jawa, tak perlu khawatir lagi, karena bisa belajar tawar menawar dalam bahasa Jawa. 

Berikut ini sejumlah kosakata Bahasa Jawa secara umum yang dapat wisatawan pelajari jika hendak mengunjungi daerah yang warganya berkomunikasi dengan Bahasa Jawa, seperti dikutip dari Kamus Indonesia-Jawa III (2014) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kamus Bahasa Jawa – Indonesia I (1993). 

Baca juga: 34 Wisata Yogyakarta yang Pas Dikunjungi Saat Libur Panjang

Dalam bahasa Jawa secara umum, para wisatawan bisa memakai bahasa ngoko (kasar) dan krama (halus) untuk berbicara kepada orang lain.

Jika ngoko bisa dipakai untuk berbicara kepada orang yang lebih muda atau sebaya, krama digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dihormati. 

Namun, jika baru berkenalan dengan orang baru, hendak bertanya, atau melakukan kegiatan tawar-menawar, lebih disarankan untuk memakai bahasa krama agar lebih sopan. 

Kosakata Bahasa Jawa untuk tawar-menawar

Secara umum, berikut beberapa kosakata Bahasa Jawa untuk tawar-menawar yang perlu kamu ketahui:

1. Beli - Tuku (ngoko), tumbas (krama)

2. Harga - Rego (ngoko), regi (krama)

3. Itu – Kui (ngoko), niku (krama)

4. Ini - Iki (ngoko), menika (krama)

5. Ada - Enek (ngoko), wonten (krama)

6. Bisa - Iso (ngoko), saget (krama)

7. Berapa - Piro (ngoko), pinten (krama)

8. Jualan – adol (ngoko), sadeyan (krama)

9. Iya - Yo (ngoko), Inggih (krama)

10. Tidak - Ora (ngoko), Mboten (krama)

11. Warna - Werno (ngoko), werni (krama)

12. Mahal - Larang (ngoko), awis (krama)

13. Murah – Murah (ngoko), mirah (krama)

14. Kurang – Kurang (ngoko), kirang (krama)

15. Jadi – Dadi (ngoko), dados (krama)

16. Satu – Siji (ngoko), setunggal (krama)

17. Dua – Loro (ngoko), kaleh (krama)

18. Tiga – Telu (ngoko), tigo (krama)

19. Empat – Papat (ngoko), sekawan (krama)

20. Lima – Limo (ngoko), gangsal (krama)

21. Enam – Enem (ngoko), enem (krama)

22. Tujuh – Pitu (ngoko), pitu (krama)

23. Delapan – Wolu (ngoko), wolu (krama)

24. Sembilan – Songo (ngoko), songo (krama)

25. Sepuluh – Sepuluh (ngoko), sedasa (krama)

26. Sebelas – Sewelas (ngoko), sewelas (krama)

27. Dua puluh – Rongpuluh (ngoko), kalih doso (krama)

28. Seratus – Satus (ngoko), setunggal atus (krama)

29. Seribu – Sewu (ngoko), setunggal ewu (krama)

30. Satu juta – Sakjuta (ngoko), setungal yuta (krama)

Baca juga: 7 Peninggalan Kerajaan Islam di Jawa, Wisata Religi hingga Keraton

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.