Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/12/2022, 16:04 WIB

SIKKA, KOMPAS.com - Geliat pariwisata di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai tampak pasca-pandemi Covid-19. Itu terlihat dari banyaknya turis yang datang.

Turis asing pun seolah tidak mau ketinggalan. Pada Sabtu (3/12/2022), sejumlah turis asing tiba di Pelabuhan Laurentius Say Maumere sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka datang menggunakan kapal pesiar MV. National Geographic Orion.

General Manajer PT Pelindo Maumere Erry Ardianto mengatakan, kedatangan turis asing itu untuk melakukan tour wisata ke Kampung Doka Wolon Gerat, Dusun Wojong, Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Alasan Indonesia Fokus Bidik Turis Asal Arab Saudi

"Mereka datang dengan kapal National Geographic Orion. Di dalam kapal itu memuat 85 orang penumpang (pasengger count) dan 65 orang (crew list orion) yang semuanya merupakan turis asing dari berbagai negara," ujar Ardianto.

Mereka dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Afrika Selatan, kanada, Australia, Swiss, dan Chili.

Wisata Sikka dikunjungi turis asing

Sebelum menuju Desa Umauta, mereka menyempatkan diri mengunjungi tempat kerajinan khas lokal Maumere yang berada di terminal Pelabuhan Laurentius Say Maumere.

Setelah berkeliling dan berbelanja, mereka melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Umauta dan dipandu dinas pariwisata setempat.

Baca juga: Daerah Ini di Italia Gratiskan Atraksi Wisata untuk Turis

"Sekitar pukul 01.35 Wita mereka kembali dari Umauta. Pada pukul 02.15 Wita, mereka berangkat dari pelabuhan Lorens Say Maumere menuju Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku," katanya.

Sejumlah Pantai di pesisir jalan Trans Pantai Utara (Pantura) di Pulau Flores, NTT dari arah Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka sampai di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, Jumat, (5/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Sejumlah Pantai di pesisir jalan Trans Pantai Utara (Pantura) di Pulau Flores, NTT dari arah Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka sampai di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, Jumat, (5/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Ardianto mengatakan, kedatangan kapal pesiar MV. National Geographic Orion ke Sikka merupakan suatu hal yang luar biasa. Sebab, tidak semua kapal asing memilih bersandar di Pelabuhan Laurentius Say Maumere.

Ia melanjutkan, kehadiran para wisatawan tentu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi warga Sikka. Karena itu, kesadaran terhadap dunia pariwisata perlu ditingkatkan.

Baca juga: 100 Turis Asing Kunjungi Air Terjun Pangkadari di Manggarai NTT

"Saya mengajak agar industri pariwisata harus terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dan memperkenalkan potensi yang kita miliki kepada masyarakat internasional," ucapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+