Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Desa Wisata Labuhan Lombok, Punya Lokasi Lihat Panorama Gunung Rinjani

Kompas.com - 18/05/2023, 15:32 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Desa Wisata Labuhan Lombok jadi lokasi yang pas untuk menikmati panorama Gunung Rinjani dan Selat Sumbawa. Desa ini terletak di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berjarak sekitar 79 kilometer dari Bandara Internasional Lombok, desa ini masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga:

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pun mengagumi alam di desa ini. Ia juga menyinggung soal kolaborasi antara perangkat desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.

"Di sini bentuknya kolaborasi, lahan 10 hektar dikelola dengan baik oleh pokdarwis dan kepala desa agar wisatawan dapat menikmati alam yang indah dan budaya yang kaya raya," terang Menparekraf, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (17/5/2023).

Aneka tempat wisata di Desa Labuhan Lombok, ada Bukit Kayangan

Bukit Kayangan, salah satu tempat wisata di Desa Wisata Labuhan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Desa ini masuk 75 desa wisata terbaik versi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukit Kayangan, salah satu tempat wisata di Desa Wisata Labuhan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Desa ini masuk 75 desa wisata terbaik versi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi selagi berada di Desa Wisata Labuhan Lombok adalah Bukit Kayangan. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati panorama laut Pulau Lombok dan Gunung Rinjani.

Dilansir dari laman Jadesta, wisatawan juga bisa melihat pemandangan matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) di lokasi yang sama.

Wisatawan pencinta aktivitas alam bisa mencoba berkemah di camping ground yang disediakan dengan tarif mulai Rp 15.000 per orang.

Baca juga: 4 Fakta Tradisi Bau Nyale di Lombok, Berawal dari Putri Mandalika

Goa Biawak di Desa Wisata Labuhan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).Dok. Jadesta Goa Biawak di Desa Wisata Labuhan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tidak hanya itu, Desa Labuhan Lombok juga punya Goa Biawak. Selain menemukan biawak, wisatawan juga bisa melihat laut dengan pemandangan Gunung Rinjani.

Tempat dengan tumpukan bebatuan ini juga bisa dijadikan spot berburu pemandangan sunset.

Wisata bahari di Desa Wisata Labuhan Lombok

Ilustrasi Desa Wisata Labuhan Lombok di Nusa Tenggara Barat yang masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.Dok. Jadesta Ilustrasi Desa Wisata Labuhan Lombok di Nusa Tenggara Barat yang masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Jika berada di Desa Wisata Labuhan Lombok, jangan lupa mencoba aneka aktivitas wisata bahari yang ditawarkan.

Wisatawan bisa mencoba menjadi nelayan tradisional dalam sehari dengan naik perahu kayu berkapasitas empat orang, lalu memancing selama kira-kira enam jam. Setelahnya, mereka bisa menyantap hidangan olahan hasil tangkapan istri nelayan yang menjadi pemandu.

Tidak hanya itu, ada pula snorkeling dan menyelam bersama penyelam bersertifikat.

Baca juga:

Puas berwisata bahari, cobalah olahan buah srikaya khas Lombok yang bisa ditemui di toko oleh-oleh. Biasanya olahan tersebut berupa selai dan campuran dodol.

Selain olahan srikaya, wisatawan bisa membawa pulang tas rajut, miniatur kapal pinisi, kerajinan ukir bambu, dan kerajinan berbahan lidi pohon kelapa sebagai buah tangan. 

Bila ingin menginap, tersedia sejumlah homestay yang bisa dipilih, antara lain Masarro Home Stay, Homestay Bukit Kayangan Khas Suku Sasak, Homestay Bukit Kayangan dengan Ciri Khas Sulawesi, Fadillah Village, dan Hotel Melati 53 Desa Labuhan Lombok.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

Jalan Jalan
7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

Jalan Jalan
Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Travel Update
Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Travel Tips
Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Travel Update
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Travel Update
Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Jalan Jalan
Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Travel Update
KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

Travel Update
Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Travel Update
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Travel Update
Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Travel Update
Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Jalan Jalan
Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com